MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 27 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Jelang 2030, Indonesia Satukan Agenda Iklim dan Mitigasi Bencana Lewat Forum Global Ini

Wahyu by Wahyu
Jumat, 10 Juli 2026
in Nasional
Jelang 2030, Indonesia Satukan Agenda Iklim dan Mitigasi Bencana Lewat Forum Global Ini
47
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Menjelang 2030, dunia memasuki fase krusial dalam mewujudkan berbagai komitmen global. Tantangannya kini bukan lagi menyusun kesepakatan baru, melainkan memastikan agenda perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan dapat berjalan selaras. Selama ini, berbagai kerangka global seperti Paris Agreement, Sendai Framework for Disaster Risk Reduction, dan Sustainable Development Goals (SDGs) kerap diimplementasikan secara terpisah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Indonesia memulai rangkaian Road to The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 melalui Seminar Nasional bertajuk Menuju Resiliensi Berkelanjutan yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Program SIAP SIAGA, kemitraan Australia-Indonesia untuk manajemen risiko bencana.

Seminar yang berlangsung di Jakarta pada 30 Juni 2026 itu menjadi langkah awal membangun dialog lintas sektor sekaligus menghimpun rekomendasi strategis yang akan dibahas pada penyelenggaraan GFSR 2026 pada 9–10 September mendatang.

Mengusung tema “Integrate the Architecture: Unifying Governance for Resilience”, forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, akademisi, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat sipil untuk menyelaraskan kebijakan terkait perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, dan pembangunan berkelanjutan.

Senior Program Manager Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Riri Silalahi, menegaskan bahwa tantangan global saat ini tidak lagi bisa diselesaikan melalui pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri.

“Berbagai kepentingan harus dipertemukan dalam ruang kolaborasi yang mampu memperkuat sinergi sehingga komitmen internasional benar-benar menghasilkan aksi nyata,” ujarnya.

Karena itu, GFSR 2026 diposisikan bukan sekadar forum internasional, tetapi menjadi platform kolaboratif yang mendorong integrasi tiga agenda global agar saling mendukung, mulai dari perencanaan, pembiayaan, hingga implementasi.

Senada dengan itu, Team Leader SIAP SIAGA Palladium, Lucy Dickinson, mengatakan kolaborasi internasional menjadi kunci menghadapi tantangan yang semakin kompleks.

“Komitmen global hanya akan bermakna jika diterjemahkan menjadi aksi yang saling terhubung. Ketika pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil bergerak dalam arah yang sama, peluang menghadirkan perubahan nyata akan semakin besar,” katanya.

Sebagai bagian dari persiapan, rangkaian Road to GFSR 2026 digelar melalui berbagai policy dialogue yang melibatkan beragam pemangku kepentingan. Proses ini bertujuan menghimpun praktik terbaik, pengalaman, dan rekomendasi lintas sektor agar forum pada September nanti menghasilkan kebijakan yang lebih aplikatif.

Direktur Kerja Sama Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan Kementerian Keuangan, Boby Wahyu Hernawan, menilai dialog kebijakan menjadi fondasi penting dalam merumuskan rekomendasi yang relevan dengan kebutuhan di lapangan.

Menariknya, The 3rd GFSR 2026 akan berlangsung bersamaan dengan The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026, bagian dari Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026.

Selain menjadi ajang pameran teknologi kebencanaan, ADEXCO menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung mitigasi, kesiapsiagaan, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, mengatakan kolaborasi antara GFSR dan ADEXCO akan memperkuat hubungan antara perumusan kebijakan dengan implementasi di lapangan.

“Ketika inovasi, teknologi, praktik baik, dan arah kebijakan dipertemukan dalam satu platform, solusi yang dihasilkan akan lebih relevan dan siap diterapkan untuk memperkuat sistem penanggulangan bencana,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan GFSR 2026 dan ADEXCO 2026, Indonesia ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu menghubungkan kebijakan, inovasi, dan praktik terbaik secara sistematis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat terciptanya aksi nyata dalam menghadapi perubahan iklim, mengurangi risiko bencana, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan menuju target global 2030. * (Syam/Wah)

Post Views61 Views
Tags: ADEXCO 2026bencana alamGFSR 2026

Related Posts

Teknologi Penyelamatan Masa Depan Hadir di Jakarta, EDRR Expo 2026 Siap Jadi Pusat Inovasi Mitigasi Bencana
Nasional

Teknologi Penyelamatan Masa Depan Hadir di Jakarta, EDRR Expo 2026 Siap Jadi Pusat Inovasi Mitigasi Bencana

by Wahyu
Jumat, 10 Juli 2026
39
United Tractors Gaungkan Budaya Siaga Bencana Lewat HKB 2026
Sosialita

United Tractors Gaungkan Budaya Siaga Bencana Lewat HKB 2026

by Pratama
Rabu, 13 Mei 2026
42

RECOMMENDED

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

Bos Vietjet Buka Perdagangan di Bursa London, Sinyal Kuat Vietnam Makin Dilirik Investor Global

26 Juli 2026
5
Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

Tabungan Bareng Makin Ngetren, Pengguna blu Punya Nama Pocket yang Unik dan Relate

26 Juli 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM