MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 24 Agustus 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 24 Agustus 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IBS 2026 Jadi Ajang Indonesia Perkuat Posisi di Industri Baterai Global

Syamhudi by Syamhudi
Minggu, 16 Agustus 2026
in Ekonomi
IBS 2026 Jadi Ajang Indonesia Perkuat Posisi di Industri Baterai Global
20
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Indonesia terus membuka peluang untuk memperkuat posisinya dalam peta industri baterai global. Salah satu langkahnya diwujudkan melalui International Battery Summit (IBS) 2026, yang kembali digelar oleh National Battery Research Institute (NBRI) bersama Pamerindo Indonesia dan ID Battery (Asosiasi Ekosistem Baterai Indonesia).

Mengusung tema “Empowering the Energy Transition through Advanced Battery Technology, Renewable Energy, Storage & E-mobility”, IBS 2026 berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di JIEXPO Convention Centre & Theatre, Jakarta.

Forum ini ditargetkan menghadirkan lebih dari 1.000 peserta dan 100 pembicara dari lebih dari 35 negara. Mereka berasal dari pemerintah, industri baterai dan kendaraan listrik, akademisi, lembaga riset, investor, penyedia teknologi, hingga sektor energi dan manufaktur.

Tak sekadar membahas teknologi baterai, IBS 2026 juga mengangkat isu manufaktur, bahan baku, penyimpanan energi, energi terbarukan, kendaraan listrik, investasi, keselamatan baterai, hingga ekonomi sirkular dan pengelolaan baterai di akhir masa pakainya.

Dorong Riset dan Kolaborasi

Founder NBRI sekaligus Research Professor BRIN, Prof. Evvy Kartini, mengatakan Indonesia memiliki peluang besar mengambil peran strategis dalam industri baterai dunia. Namun, kekuatan sumber daya alam dan investasi saja belum cukup.

“Indonesia perlu memperkuat riset, inovasi, penguasaan teknologi, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri dan lembaga riset, serta pengembangan sumber daya manusia,” ujar Prof. Evvy.

Menurutnya, IBS 2026 menjadi ruang untuk mempertemukan pemangku kepentingan nasional dan internasional, berbagi pengalaman serta membuka peluang kolaborasi baru.

Pandangan serupa disampaikan Chairman ID Battery sekaligus Co-Chair IBS 2026, Niko Chandra. Ia menilai Indonesia sedang berada dalam momentum kuat untuk membangun ekosistem baterai yang terintegrasi dan kompetitif.

“IBS 2026 kami harapkan menjadi katalis untuk memperkuat kolaborasi dan mengakselerasi pertumbuhan industri baterai Indonesia secara berkelanjutan,” kata Niko.

Tak Hanya untuk Kendaraan Listrik

Pengembangan baterai juga semakin penting seiring pertumbuhan energi terbarukan. Director of Business & Academy Development NBRI dan Executive Director ID Battery, Muhammad Firmansyah, menilai kebutuhan baterai ke depan tidak hanya berasal dari kendaraan listrik.

Salah satunya adalah kebutuhan Battery Energy Storage System (BESS) untuk mendukung pengembangan energi surya. Dengan target pengembangan PLTS hingga 100 GW, teknologi penyimpanan energi dibutuhkan untuk mengatasi sifat intermiten energi surya sekaligus menjaga keandalan sistem.

Sementara itu, Director of Strategic Partnership & Industry Development NBRI, Reynaldi Istanto, melihat peluang Indonesia berkembang dari sekadar bagian dari rantai pasok baterai global menjadi pusat investasi dan industri.

“Untuk mencapainya, kita membutuhkan investasi, teknologi, akses pasar, serta proyek dengan dasar bisnis yang kuat,” ujarnya.

Sebagai mitra penyelenggara, Pamerindo Indonesia menilai IBS 2026 dapat memperkuat koneksi antara industri, pemerintah, investor, akademisi dan penyedia teknologi. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian menuju The Battery Show Asia-Indonesia, bagian dari Energy Week – IEE Series 2026 pada 2–5 September 2026.

Berbagai isu strategis, mulai dari teknologi baterai canggih, manufaktur, energi terbarukan, BESS, kendaraan listrik, keselamatan baterai, battery end-of-life, hingga circular economy, akan dibahas melalui keynote, panel diskusi, sesi teknis, networking dan pameran.

Melalui IBS 2026, Indonesia diharapkan tidak hanya berperan sebagai pemasok material dan produk baterai, tetapi juga berkembang sebagai pusat teknologi, inovasi, riset, investasi dan pengembangan industri baterai yang berkelanjutan. * (Syam)

Post Views59 Views
Tags: IBS 2026industri baterainikel

Related Posts

No Content Available

RECOMMENDED

Kolaborasi KAPPI-BI Buka Jalan Kopi UMKM Indonesia ke Pasar Global

Kolaborasi KAPPI-BI Buka Jalan Kopi UMKM Indonesia ke Pasar Global

24 Agustus 2026
12
Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi

Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi

24 Agustus 2026
12

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    593 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    394 shares
    Share 158 Tweet 99
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    386 shares
    Share 154 Tweet 97
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    356 shares
    Share 142 Tweet 89
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    354 shares
    Share 142 Tweet 89
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM