MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 29 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 24 Agustus 2026
in Teknologi
Red Hat Bikin Tata Kelola AI Lebih Cepat, dari Policy hingga Siap Produksi
39
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Red Hat meluncurkan asago (AI Safety And Governance Orchestration), proyek komunitas open source yang dirancang untuk mengubah policy tata kelola AI menjadi sistem yang siap digunakan di lingkungan produksi.

Inisiatif ini menjembatani kesenjangan antara tim engineering dan compliance yang selama ini kerap bekerja dengan tools, proses, dan persyaratan berbeda. Dengan alur kerja otomatis yang dapat diaudit dan ditelusuri, asago ditujukan untuk mempercepat penerapan AI yang aman dari hitungan bulan atau bahkan tahun menjadi hanya beberapa hari.

Asago dikembangkan melalui kolaborasi Red Hat dan NVIDIA sebagai bagian dari Open Secure AI Alliance. Platform ini menerjemahkan aturan tata kelola AI dan regulasi yang kompleks menjadi kontrol operasional yang dapat diterapkan secara nyata.

Ada empat tahapan utama yang ditawarkan asago. Pertama, pemetaan risiko, dengan membaca policy organisasi dan menghubungkannya dengan kerangka seperti NIST AI RMF, OWASP LLM Top 10, serta EU AI Act melalui IBM AI Risk Atlas.

Kedua, penilaian risiko. Asago menjalankan skenario pengujian yang disesuaikan dengan masing-masing use case untuk mengidentifikasi potensi perilaku berbahaya, bukan sekadar mengandalkan benchmark umum.

Ketiga, mitigasi risiko, melalui rekomendasi guardrails dan langkah pengamanan berdasarkan hasil pengujian. Seluruh proses juga menghasilkan jejak audit yang dapat ditinjau.

Keempat, penerapan di lingkungan produksi. Kontrol yang direkomendasikan dapat diorkestrasi menjadi konfigurasi untuk berbagai lingkungan, termasuk hybrid cloud dan Kubernetes, sehingga mengurangi kebutuhan coding infrastruktur secara manual.

Setiap tahapan dirancang memiliki rekam jejak yang menghubungkan klausul policy dengan pengujian dan kontrol runtime. Dengan begitu, auditor maupun pengelola sistem dapat mengetahui risiko apa yang ditangani oleh setiap kontrol.

Menjembatani Policy dan Engineering

Menurut Red Hat, penerjemahan policy AI secara manual selama ini menjadi salah satu hambatan adopsi AI enterprise. Compliance officer membutuhkan penilaian risiko dan bukti yang dapat diverifikasi, sedangkan platform engineer membutuhkan konfigurasi yang terstruktur dan mudah dikelola melalui praktik DevOps maupun GitOps.

Kondisi tersebut semakin penting seiring munculnya regulasi seperti EU AI Act. Perusahaan perlu menjaga keseimbangan antara kecepatan inovasi dan keamanan agar tidak terjebak dalam proses persetujuan yang panjang atau justru menghadirkan penggunaan AI tanpa pengawasan memadai.

Asago hadir sebagai standar terbuka yang mempertemukan kebutuhan compliance, data scientist, developer, dan administrator infrastruktur. Sistem ini juga ditujukan untuk membantu mengamankan penggunaan large language models (LLM) dan agen AI otonom di lingkungan enterprise.

“Menetapkan guardrails operasional yang jelas menjadi kebutuhan infrastruktur yang sangat penting ketika organisasi beralih dari eksperimen AI menuju agen AI otonom,” ujar Steven Huels, Vice President, AI Engineering, Red Hat.

Ia menambahkan, asago melengkapi upaya Red Hat dalam mengamankan ekosistem AI dengan mengotomatiskan hubungan antara policy perusahaan dan agen AI yang berjalan di lingkungan produksi.

Dibangun secara Terbuka

Asago dirilis dengan Apache License 2.0 dan dirancang sebagai proyek berbasis komunitas. Inisiatif ini melibatkan berbagai organisasi dari industri, akademisi, dan lembaga riset, antara lain Red Hat, NVIDIA, IBM Research, Microsoft, Brave Software, MIT Lincoln Laboratory, North Carolina State University, The Alan Turing Institute, serta sejumlah organisasi lainnya.

Kolaborasi tersebut mencakup bidang keamanan AI, rekayasa software enterprise, adversarial machine learning, hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Salah satu fokus asago adalah mengintegrasikan berbagai tools open source sekaligus menutup celah operasional di antara tools tersebut. Sistem ini juga diarahkan untuk menyediakan penelusuran menyeluruh sehingga bukti yang dibutuhkan auditor dapat dikaitkan langsung dengan policy dan kontrol yang diterapkan di lingkungan produksi.

“Tidak ada satu organisasi yang dapat membuat AI aman dan terkelola secara luas sendirian. Dibutuhkan tools terbuka, beragam keahlian, dan tata kelola yang netral,” ujar Jason McEwen, Chief Scientist, The Alan Turing Institute.

Proyek asago saat ini masih dalam tahap pembentukan. Developer, peneliti akademik, dan enterprise early adopter dapat berpartisipasi melalui repository proyek di GitHub serta kanal komunitas asago. * (Syam)

Post Views173 Views
Tags: asago (AI Safety And Governance Orchestration)NVIDIAOpen Secure AI AllianceRed Hat

Related Posts

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi
Teknologi

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
6
Red Hat Gaspol Kuasai Arena AI Asia Pasifik, Bangun Pusat Keunggulan di Singapura, Gandeng DSTA Garap Teknologi Pertahanan
Teknologi

Red Hat Gaspol Kuasai Arena AI Asia Pasifik, Bangun Pusat Keunggulan di Singapura, Gandeng DSTA Garap Teknologi Pertahanan

by Wahyu
Senin, 26 Oktober 2026
8

RECOMMENDED

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Gaspol 5 Hari: Konser, Komunitas, Kuliner UMKM hingga Aksi Pelestarian Penyu

29 Oktober 2026
5
Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Makassar, Harga Rp264,9 Juta, Fast Charging Cuma 16,5 Menit

29 Oktober 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM