Subang, Mediaprofesi.id – BYD meresmikan basis produksi kendaraan energi baru di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting perjalanan BYD dalam memperkuat ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Momen tersebut juga terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan penyerahan kendaraan energi baru BYD ke-100.000 kepada konsumen Indonesia.
General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang, mengatakan Indonesia memiliki arti penting dalam perjalanan global BYD. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia, mitra distributor, media, konsumen, serta seluruh karyawan yang telah mendukung perkembangan BYD di Tanah Air.
“100.000 kendaraan berarti 100.000 keluarga, sekaligus 100.000 tanggung jawab bagi kami,” ujar Liu dalam sambutannya.

Menurutnya, BYD membawa visi besar untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau melalui tiga impian utama, yakni energi surya, penyimpanan energi, dan kendaraan listrik.
Komitmen tersebut terus diwujudkan sejak BYD menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil pada 2022 dan fokus mengembangkan kendaraan energi baru.
Secara global, BYD mencatatkan penjualan 4,6 juta kendaraan energi baru hingga akhir 2025. Sementara pada Agustus 2026, total produksi kendaraan energi baru BYD telah mencapai 17,8 juta unit.
Liu menyebut pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran sekitar 120.000 insinyur BYD yang terus mengembangkan teknologi untuk menjawab kebutuhan konsumen dunia.
Di Indonesia, BYD melihat antusiasme masyarakat terhadap kendaraan energi baru terus tumbuh. Dalam dua tahun terakhir, Liu dan timnya mengunjungi berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatra, Sulawesi hingga Bali.
Namun, BYD juga menangkap berbagai tantangan yang dihadapi calon pengguna kendaraan listrik, terutama terkait ketersediaan infrastruktur pengisian daya di sejumlah daerah.
Karena itu, BYD memutuskan untuk menghadirkan teknologi dual-mode atau DM yang dapat diisi ulang, sekaligus tetap mengembangkan kendaraan listrik murni di Indonesia.
Ke depan, pabrik BYD di Subang akan memproduksi kendaraan listrik murni maupun model DM untuk memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.

“Ini adalah komitmen kami untuk menjadi perusahaan yang dapat dipercaya dan menghadirkan teknologi terbaik bagi konsumen Indonesia,” kata Liu.
Saat ini, BYD telah memiliki lebih dari 100 gerai penjualan di Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 200 gerai pada tahun depan untuk memperluas layanan kepada konsumen.
Perjalanan pembangunan pabrik BYD di Subang sendiri dimulai dari sebuah hamparan tanah kosong. Liu mengenang kunjungannya pada 2023, ketika kawasan tersebut masih belum memiliki bangunan.
Saat itu, BYD berjanji membangun basis produksi kendaraan energi baru yang modern di Indonesia. Tiga tahun kemudian, janji tersebut akhirnya diwujudkan.
Pabrik BYD Subang dilengkapi empat proses utama manufaktur otomotif, mulai dari stamping, welding, painting, hingga final assembly. Teknologi otomatisasi juga diterapkan untuk mendukung produksi kendaraan berkualitas tinggi.
BYD berharap kehadiran fasilitas tersebut tidak hanya menjadi basis produksi perusahaan, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan industri otomotif nasional.
“Ini bukan hanya awal perjalanan baru BYD di Indonesia, tetapi juga hari penting bagi perkembangan industri otomotif Indonesia,” ujar Liu.
Bagi BYD, 3 September 2026 menjadi tanggal bersejarah. Dari Subang, perusahaan kendaraan energi baru asal China itu menegaskan komitmennya untuk ikut mendorong masa depan Indonesia yang lebih hijau dan berbasis teknologi. * (Syam)





