Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di perusahaan kini tak lagi sekadar tahap eksperimen. Namun, di tengah adopsi yang semakin masif, tantangan baru muncul: bagaimana mengendalikan biaya, keamanan, dan tata kelola AI secara bersamaan?
Menjawab kebutuhan tersebut, F5 (NASDAQ: FFIV), pemimpin global dalam delivery dan pengamanan aplikasi serta API, mengumumkan peningkatan signifikan pada F5 AI Gateway. Solusi ini kini terintegrasi dengan F5 AI Security Platform untuk menghadirkan satu pusat kendali dalam mengelola penggunaan model AI, agent, dan tools di lingkungan perusahaan.
F5 AI Gateway dirancang untuk menegakkan kebijakan pada setiap permintaan AI. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan dapat mengontrol bagaimana model dan agent diakses, sekaligus mengoptimalkan biaya penggunaan AI dalam skala besar.
Menurut F5 2026 State of Application Strategy Report, sebanyak 77% organisasi menyebut inference kini menjadi aktivitas AI utama, melampaui model training maupun tuning. Rata-rata organisasi bahkan mengelola hingga tujuh model AI.
Seiring meningkatnya aktivitas inference, biaya penggunaan token atau tokenomics menjadi perhatian penting. Setiap permintaan AI berdampak langsung terhadap biaya, performa, dan keamanan. Sayangnya, banyak perusahaan masih menggunakan berbagai tools yang terpisah-pisah sehingga kontrol terhadap penggunaan AI menjadi tidak konsisten.
“Kami melihat berbagai enterprise berlomba-lomba mengimplementasikan AI, tetapi menghadapi kesulitan untuk mengendalikannya,” kata Kunal Anand, Chief Product Officer F5.
Menurutnya, setiap permintaan AI memiliki dampak terhadap ekonomi, keamanan, dan governance. Namun, penggunaan tools yang terfragmentasi berpotensi memicu pembengkakan biaya, peningkatan risiko, serta kompleksitas operasional.
F5 AI Gateway menghadirkan tiga fungsi utama dalam satu solusi terintegrasi, yakni Model Gateway untuk akses model dan optimasi biaya, MCP Gateway untuk tata kelola hubungan agent dan tools, serta AI Guardrails untuk melindungi prompt dan respons AI.
Berbagai kebijakan, mulai dari anggaran, model routing, hingga access control untuk agent, dapat ditetapkan secara terpusat dan diterapkan di seluruh lingkungan perusahaan.
Menekan Biaya AI hingga 60%

Salah satu fokus utama F5 AI Gateway adalah membantu perusahaan mengendalikan biaya penggunaan AI. Model Gateway dapat melacak penggunaan token berdasarkan provider, model, tim, dan pengguna.
Sistem ini juga memungkinkan penerapan batas anggaran secara langsung, bukan setelah tagihan diterima. Fitur smart routing, model tiering, semantic caching, hingga GPU-aware load balancing membantu mengarahkan setiap permintaan ke model yang paling sesuai dan efisien.
F5 menyebut solusi tersebut dirancang untuk membantu menekan pengeluaran token hingga 60% tanpa memerlukan perubahan pada aplikasi yang digunakan.
Mengontrol Agent dan Melindungi Data
Pertumbuhan AI agent juga memunculkan tantangan baru, terutama dalam mengontrol akses ke API, sumber data, dan sistem RAG. Melalui MCP Gateway, perusahaan dapat membatasi agent agar hanya mengakses sumber daya yang telah mendapatkan izin.
Setiap aktivitas juga dapat direkam melalui audit trail, sehingga perusahaan mengetahui siapa yang mengakses sumber daya tertentu, kapan dilakukan, dan melalui agent apa.
Di sisi keamanan, F5 AI Guardrails memeriksa setiap prompt dan respons AI. Teknologi ini dapat menyembunyikan data sensitif, memblokir upaya prompt injection dan jailbreak, serta menerapkan prinsip fail-closed ketika sebuah permintaan tidak dapat dievaluasi.
F5 AI Gateway menjadi bagian penting dari F5 AI Security Platform yang sebelumnya diperkenalkan untuk memberikan visibilitas, governance, pengujian keamanan, dan perlindungan runtime bagi aplikasi AI.
Solusi ini dapat diterapkan di lingkungan SaaS, hybrid SaaS, hingga hybrid multicloud. Ke depan, F5 juga menyiapkan dukungan sistem air-gapped untuk kebutuhan sektor dengan regulasi ketat dan kebutuhan kedaulatan data.
Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI, kebutuhan terhadap sebuah “pusat kendali” yang mampu mengatur biaya, keamanan, dan penggunaan AI tampaknya akan menjadi semakin penting bagi perusahaan. * (Syam)





