Jakarta, Mediaprofesi.id – Industri kopi Indonesia terus menunjukkan geliatnya. Lebih dari sekadar minuman, kopi kini telah menjelma menjadi gaya hidup sekaligus membuka peluang bisnis yang melibatkan jutaan pelaku usaha.
Potensi besar itu menjadi sorotan dalam Indonesia Coffee Expo (ICX) Jakarta 2026 yang resmi dibuka di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan. Digelar pada 4–6 September 2026, Jakarta menjadi kota terakhir sekaligus puncak rangkaian ICX 2026 setelah sebelumnya hadir di Surabaya dan Medan.
Pameran yang diselenggarakan Dyandra Promosindo bersama Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) serta didukung penuh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) ini mempertemukan seluruh rantai ekosistem kopi, mulai dari petani, roaster, brand, pengelola kafe, barista, UMKM, komunitas hingga para penikmat kopi.
Lebih dari 115 brand ambil bagian dalam ICX Jakarta 2026. Ajang ini menargetkan 10.000 pengunjung dengan potensi transaksi mencapai Rp4 miliar.
Pembukaan ICX Jakarta turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Deputi Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM Ekraf Digital Ery Punta Hendraswara, Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa, Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, serta sejumlah pejabat dan pelaku industri lainnya.
Pramono Anung mengapresiasi kehadiran ICX Jakarta sebagai ruang bertemunya kreativitas, inovasi dan pelaku industri kopi. Menurutnya, Jakarta memiliki ekosistem kopi yang sangat besar dan berpotensi menjadi pusat perkembangan industri kopi nasional.
“Pelaku di Jakarta yang berkaitan dengan kopi hampir 193.000. Saya berharap Jakarta bisa menjadi hub utama untuk perkopian Indonesia,” ujarnya.
Potensi industri kopi memang terus berkembang. Data International Coffee Organization (ICO) menunjukkan konsumsi kopi Indonesia tumbuh 50,02% dalam 10 tahun terakhir. Sementara jumlah kafe di Indonesia tumbuh sekitar 16% per tahun. Survei Jakpat 2026 juga mencatat 58% responden mengonsumsi kopi setidaknya sekali sehari.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan pertumbuhan tersebut menciptakan optimisme baru bagi industri kopi nasional.
“Melalui ICX, kami ingin menghadirkan ruang yang dapat mempertemukan dan menghubungkan seluruh rantai ekosistem kopi sekaligus membawa perkembangan industri ini semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Kompetisi Barista hingga Pengalaman Lifestyle

Keseruan ICX Jakarta 2026 juga hadir melalui Indonesia Barista Championship (IBC) Region 1 Jakarta. Sebanyak 15 kompetitor dari berbagai entitas kopi ternama mengikuti kompetisi yang digelar selama pameran.
Ketua Umum SCAI Daryanto Witarsa mengatakan IBC menjadi panggung bagi para barista untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas dan karakter mereka dalam meracik kopi.
Selain kompetisi, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif, termasuk Brew Talks, Brew Bars dan UNFILTERED Bars yang mempertemukan pengunjung secara langsung dengan brand, pelaku industri hingga figur publik.
BTN Bidik Ekosistem Kopi
Dukungan BTN melalui balé by BTN turut memperkuat transaksi digital di ICX Jakarta 2026. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menilai kopi memiliki ekosistem ekonomi yang luas, dari petani hingga konsumen.
“Kopi hari ini bukan sekadar minuman, tetapi sudah menyatu dengan lifestyle. Komunitasnya banyak dan ekosistemnya besar,” ujar Nixon.
Selama pameran, pengunjung dapat menikmati cashback hingga Rp150.000 menggunakan balé by BTN. Tersedia pula hadiah berupa satu unit mesin kopi dan tabungan hingga Rp9 juta melalui program Lucky Spender.
Pengunjung juga bisa melakukan aktivasi balé by BTN untuk mendapatkan voucher belanja hingga Rp50.000.
ICX Jakarta 2026 masih berlangsung hingga Minggu, 6 September 2026. Agenda hari terakhir mencakup lanjutan kompetisi barista serta berbagai aktivitas interaktif bagi pecinta kopi.
Tiket reguler dibanderol Rp60.000, sementara paket bundling tiket dan satu cup gelato Espresso Italia tersedia seharga Rp70.000. * (Syam/Wah)





