Jakarta, Mediaprofesi.id – Kecelakaan beruntun kembali menjadi sorotan setelah terjadi di Tol Dalam Kota Jakarta dan menyebabkan kemacetan hingga beberapa kilometer. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan di jalan tol bisa terjadi dalam hitungan detik, terutama ketika pengemudi tidak mampu mengantisipasi situasi di depan.
Penyebabnya pun beragam. Karena itu, pengemudi perlu menerapkan pola defensive driving untuk mengurangi risiko terlibat kecelakaan. Auto2000 membagikan sejumlah kebiasaan yang berpotensi memicu tabrakan beruntun sekaligus cara mencegahnya.
Waspadai 8 Pemicu Tabrakan Beruntun
Pertama, menjadi lane hogger, yakni mengemudi terlalu pelan di lajur kanan atau lajur cepat tanpa alasan yang tepat. Kebiasaan ini dapat membuat kendaraan dari belakang kesulitan mengantisipasi laju kendaraan di depannya.
Kedua, tidak menjaga jarak aman. Pada kecepatan tinggi, jarak yang terlalu dekat membuat pengemudi tidak memiliki cukup waktu untuk bereaksi ketika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.
Ketiga, menggunakan bahu jalan untuk melaju. Kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena kondisi darurat bisa tertabrak dari belakang jika ada kendaraan lain melaju kencang dari arah tersebut.
Keempat, kehilangan fokus akibat menggunakan ponsel atau melakukan aktivitas lain saat mengemudi. Sedikit saja perhatian teralihkan, perubahan kecepatan atau pengereman kendaraan di depan bisa terlambat diantisipasi.
Kelima, mengantuk. Rasa kantuk dapat membuat respons melambat, bahkan menyebabkan kendaraan berpindah lajur atau kehilangan kecepatan tanpa disadari.
Keenam, pindah lajur sembarangan. Tidak mengecek spion, lupa menggunakan lampu sein, atau memaksakan masuk ke lajur cepat ketika ada kendaraan dari belakang dapat memicu kecelakaan.
Ketujuh, mengabaikan aturan lalu lintas, termasuk batas kecepatan, larangan menyalip, serta marka jalan. Berkendara seenaknya meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Kedelapan, mengabaikan kondisi lampu kendaraan. Lampu rem yang tidak berfungsi, misalnya, membuat pengemudi di belakang kehilangan informasi penting saat kendaraan melakukan pengereman.
Lantas, Bagaimana Mencegahnya?
Langkah pertama adalah menjaga jarak aman. Salah satu teknik sederhana yang bisa diterapkan adalah aturan tiga detik. Berikan jeda yang cukup antara mobil dengan kendaraan di depan dan tambah jaraknya ketika kecepatan meningkat atau kondisi jalan kurang ideal.
Selanjutnya, berkendaralah sesuai batas kecepatan dan kondisi lalu lintas. Hindari terlalu lambat maupun terlalu cepat agar kendaraan tetap mudah diantisipasi oleh pengguna jalan lain.
Jangan pula menjadi lane hogger. Setelah selesai mendahului, segera kembali ke lajur yang sesuai dan jangan terus berada di lajur kanan hanya karena kondisi jalan sedang sepi.
Fokus juga menjadi kunci. Simpan ponsel dan hindari aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian. Selain melihat ke depan, pantau kondisi sekitar melalui spion secara berkala sehingga pengemudi mengetahui pergerakan kendaraan di belakang.
Terakhir, pastikan mobil selalu dalam kondisi prima melalui servis berkala. Pemeriksaan komponen penting membuat kendaraan lebih siap menghadapi situasi darurat.
AutoFamily dapat melakukan servis berkala di bengkel Auto2000 atau memanfaatkan layanan THS – Auto2000 Home Service melalui Auto2000 Digiroom.
“Tabrakan beruntun kerap terjadi lantaran pengguna kendaraan tidak patuh aturan lalu lintas seperti menjadi lane hogger, mengemudi di kecepatan yang tidak sesuai, tidak menjaga jarak aman, dan mengemudi di bahu jalan. Pastikan mobil dalam kondisi prima supaya dapat mencegah kecelakaan dengan servis berkala di bengkel Auto2000,” ujar Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Sabtu (5/9/2026). * (Syam)





