MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 31 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pasar Mulai Menguat, Tapi Jangan Asal Agresif: Ini Strategi Portofolio yang Disarankan

Pratama by Pratama
Selasa, 8 September 2026
in Ekonomi
Pasar Mulai Menguat, Tapi Jangan Asal Agresif: Ini Strategi Portofolio yang Disarankan
20
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Penguatan pasar keuangan domestik mulai membuka peluang bagi investor untuk kembali menata portofolio. Namun, di tengah membaiknya sejumlah indikator, investor tetap diminta tidak terburu-buru mengambil risiko hanya demi mengejar momentum penguatan pasar.

Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Novani Karina Saputri, menilai strategi investasi saat ini lebih tepat mengedepankan pendekatan balanced selective risk taking ketimbang langsung mengambil posisi agresif.

Menurutnya, peluang dan risiko aset domestik memang semakin menarik. Penguatan rupiah serta masuknya aliran dana asing menjadi sentimen positif, tetapi investor tetap perlu mencermati tekanan inflasi dan arah suku bunga global.

Di pasar valuta asing, rupiah menguat dari sekitar Rp17.722 per dolar AS pada akhir Agustus menjadi Rp17.642 per dolar AS pada 4 September 2026. Penguatan tersebut, ditambah meningkatnya foreign flow, dinilai menunjukkan ketahanan aset domestik.

Sementara di pasar pendapatan tetap, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun berada di kisaran 7,11%. Kondisi ini membuat peluang masuk ke instrumen obligasi kembali menarik, meski investor tetap disarankan melakukannya secara bertahap.

“Reksa dana obligasi kembali sedikit lebih menarik setelah SBN 10Y naik ke 7,11%, tetapi preferensi tetap pada portofolio yang berfokus pada obligasi short-to-medium duration, dengan extension ke tenor panjang dilakukan bertahap karena volatilitas duration masih tinggi,” ujar Novani.

Untuk reksa dana saham, membaiknya aliran dana asing dan penguatan IHSG membuka ruang mempertahankan eksposur pada saham-saham berkualitas, terutama saham berkapitalisasi besar dan likuid. Namun, potensi volatilitas tetap perlu menjadi perhatian.

Di sisi lain, reksa dana pasar uang masih memiliki peran penting sebagai penyangga likuiditas dalam portofolio. Meski potensi imbal hasil ke depan dapat mengalami normalisasi ketika biaya likuiditas menurun, instrumen ini dinilai masih menarik dibandingkan hanya menempatkan dana di deposito perbankan.

Dengan kondisi tersebut, Novani menilai investor dengan profil moderat dapat mempertimbangkan alokasi indikatif sebesar 35% reksa dana pasar uang, 40% reksa dana pendapatan tetap, dan 25% reksa dana saham.

Namun, komposisi tersebut bukan formula baku. Investor tetap perlu menyesuaikannya dengan profil risiko, kebutuhan likuiditas, serta jangka waktu investasi.

Head of Fund Services PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Francisca Gerungan, menambahkan bahwa investor sebaiknya memahami fungsi setiap produk reksa dana sebelum menentukan pilihan.

Investor dengan kebutuhan dana jangka pendek dan likuiditas tinggi dapat mempertimbangkan reksa dana pasar uang. Sementara kenaikan yield obligasi mulai membuka peluang pada reksa dana pendapatan tetap. Adapun investor dengan horizon investasi lebih panjang dan toleransi risiko lebih tinggi dapat menempatkan sebagian dana pada reksa dana saham secara bertahap.

“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya produk mana yang memberikan return paling tinggi dan hanya melihat kinerja satu tahun terakhir. Yang lebih penting adalah memahami apa fungsi produk tersebut di dalam portofolio,” ujar Francisca.

Menurutnya, portofolio yang sehat bukan sekadar mengejar instrumen dengan imbal hasil tertinggi. Kombinasi beberapa jenis reksa dana dapat membantu investor menjaga likuiditas, mengelola volatilitas, sekaligus mengejar potensi pertumbuhan dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, membaiknya kondisi pasar bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali portofolio. Namun, langkah investasi tetap perlu dilakukan secara selektif dan terukur, bukan sekadar mengikuti arah pergerakan pasar. * (Syam/Pra)

Post Views113 Views
Tags: Dana AsingIHSGInvestorMirae AssetPasar SahamportofolioRupiahSekuritasvaluta asing

Related Posts

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank
Ekonomi

Rupiah Tembus Rp18.100, IHSG Kembali Tertekan, Mirae Asset Waspadai Likuiditas dan Margin Bank

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
11
Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam
Ekonomi

Rupiah Ambruk, Asing Lepas Saham Lebih dari Rp2 Triliun, Pemulihan IHSG Kian Terancam

by Wahyu
Selasa, 27 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

Chery Gempur Pasar SUV Keluarga: TIGGO X7 Sanggup Terjang Genangan 700 mm, TIGGO 7 Andalkan 20+ Fitur Keselamatan

30 Oktober 2026
3
LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

LEPAS Pamer Taring di Jakarta Fashion Week 2027, Dunia Otomotif dan Fashion Adu Gengsi, L8 PHEV hingga E4 EV Jadi Sorotan

30 Oktober 2026
7

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM