MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 4 November 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 4 November 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

BCA Digital Mulai Panen dari Gen Z, DPK Tumbuh 20% dan Transaksi Melonjak 186%

Wahyu by Wahyu
Jumat, 18 September 2026
in Ekonomi
BCA Digital Mulai Panen dari Gen Z, DPK Tumbuh 20% dan Transaksi Melonjak 186%
27
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Lima tahun setelah hadir di industri perbankan digital, PT Bank Digital BCA (BCA Digital) mulai memperlihatkan skala bisnis yang semakin matang. Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK), akuisisi nasabah, hingga lonjakan transaksi menunjukkan bahwa strategi membidik generasi digital native mulai membentuk basis bisnis yang semakin kuat.

Pada Semester I-2026, DPK BCA Digital tumbuh 20% secara tahunan (YoY), sejalan dengan kenaikan Net Open Customer (NOC) sebesar 25% YoY. Basis nasabah tersebut didominasi generasi muda, dengan 56% merupakan Gen Z dan 35% Milenial.

Pertumbuhan nasabah baru bahkan masih dipimpin Gen Z yang meningkat 30% YoY, sementara akuisisi dari kelompok Milenial tumbuh 20%.

Skala transaksi pun ikut meningkat. Hingga 31 Agustus 2026, volume transaksi digital di luar transfer dalam tiga tahun terakhir melonjak 186% menjadi Rp13,13 triliun. QRIS menjadi salah satu motor utama dengan kontribusi 36% terhadap total volume transaksi.

Secara tahunan, frekuensi transaksi QRIS tumbuh 124%, e-wallet 71%, bluPayment 56%, dan Bayar/Beli (biller) 44%.

Yang menarik, pertumbuhan tidak hanya terjadi pada transaksi domestik. bluValas mencatat lonjakan jumlah transaksi hingga 435% YoY pada Semester I-2026, dengan volume meningkat 535%. Gen Z dan Milenial menjadi kontributor utama, masing-masing tumbuh 356% dan 273%.

Bagi BCA Digital, tren tersebut menunjukkan peluang yang lebih luas untuk meningkatkan engagement nasabah sekaligus memperdalam penggunaan produk di dalam ekosistem blu.

Dari Dana Mengendap ke Investasi

Perubahan perilaku nasabah juga terlihat dari meningkatnya penggunaan produk pengelolaan keuangan. Pengguna bluSaving tumbuh 38% YoY, bluGether 47%, dan bluBisnis 37%.

Sementara itu, pengguna bluRDN justru mencatat pertumbuhan paling tinggi, mencapai 225% YoY. Angka ini memperlihatkan bahwa nasabah muda tidak hanya menggunakan bank digital untuk transaksi harian, tetapi mulai mengalokasikan dana ke instrumen investasi.

Momentum tersebut menjadi pijakan BCA Digital untuk memperkenalkan blu 2.0, yang mengusung ekosistem finansial 360 derajat melalui empat pilar SIAP: Simpanan, Investasi, Asuransi, dan Pinjaman.

Di segmen simpanan, portofolio mencakup bluSaving, bluDeposit, bluGether, bluValas, bluBisnis hingga bluAccount for Teens. Untuk investasi tersedia bluInvest dan bluRDN, sedangkan kebutuhan proteksi dilayani melalui bluInsurance. Sementara bluExtraCash menjadi pilihan pembiayaan bagi nasabah.

Ekspansi tersebut sekaligus memperlebar potensi hubungan bisnis dengan nasabah, dari sekadar rekening transaksi menuju pengelolaan keuangan yang lebih lengkap.

Ekosistem Jadi Mesin Pertumbuhan Berikutnya

BCA Digital juga tidak hanya mengandalkan pertumbuhan pengguna aplikasi. Melalui Banking-as-a-Service (BaaS) blUnion, blu memperluas konektivitas ke berbagai sektor gaya hidup.

Hingga 31 Agustus 2026, frekuensi transaksi blUnion tumbuh lebih dari 50% di sejumlah sektor. Groceries & necessities tumbuh 70% YoY, cinema 60%, transportasi publik dan perjalanan 54%, serta food & beverages 51%.

Model ini menempatkan blu di belakang berbagai aktivitas konsumen, mulai dari kebutuhan harian, transportasi, hiburan hingga makanan dan minuman.

Direktur Bisnis BCA Digital Aditya Wahyu Windarwo mengatakan, lima tahun pertama merupakan fase membangun fondasi, kepercayaan publik, dan skala bisnis. Memasuki fase berikutnya, perusahaan akan berfokus pada deepening ecosystem agar blu semakin melekat dengan aktivitas finansial harian masyarakat.

“Fokus kami adalah memastikan blu tidak sekadar menjadi aplikasi perbankan digital pilihan, melainkan bagian tak terpisahkan dari gaya hidup finansial harian masyarakat Indonesia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di sisi lain, BCA Digital tetap memperkuat literasi finansial melalui bluAcademy. Sejak Oktober 2023 hingga Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 30.926 peserta dalam 25 batch.

Upaya memperluas edukasi juga dilakukan melalui bluPressAwards 2026 yang menghimpun 118 karya dari 106 media dan melibatkan 107 jurnalis. Karya terpilih akan dibukukan dan didaftarkan untuk pencatatan Rekor MURI.

Dengan basis nasabah muda, pertumbuhan DPK dan transaksi yang terus meningkat, serta ekspansi produk dan ekosistem, blu 2.0 menjadi langkah BCA Digital untuk mengubah skala pengguna menjadi hubungan finansial yang semakin dalam dan berkelanjutan. * (Syam/Wah)

Post Views182 Views
Tags: BCA DigitaldpkGen ZRekor MURI

Related Posts

Dana Perbankan Tembus Rp8.000 Triliun, Pasar Modal Cuma Rp650 Triliun! Samuel Aset Manajemen Bidik Peluang Besar
Ekonomi

Dana Perbankan Tembus Rp8.000 Triliun, Pasar Modal Cuma Rp650 Triliun! Samuel Aset Manajemen Bidik Peluang Besar

by Pratama
Selasa, 20 Oktober 2026
47
Gen Z Ngebet Punya Mobil Hybrid Toyota? Auto2000 Bongkar 7 Hal yang Bisa Menyelamatkan Dompet!
Ekonomi

Gen Z Ngebet Punya Mobil Hybrid Toyota? Auto2000 Bongkar 7 Hal yang Bisa Menyelamatkan Dompet!

by Pratama
Minggu, 11 Oktober 2026
18

RECOMMENDED

LEPAS Pamer Taring di Dunia Lifestyle Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Mobilitas dan Fashion Disatukan

LEPAS Pamer Taring di Dunia Lifestyle Gandeng Jakarta Fashion Week 2027, Mobilitas dan Fashion Disatukan

3 November 2026
6
iCAR Serbu Pusat Perbelanjaan, Dealer Pertama di Lotte Mall Jakarta Usung Konsep Born to Play

iCAR Serbu Pusat Perbelanjaan, Dealer Pertama di Lotte Mall Jakarta Usung Konsep Born to Play

3 November 2026
8

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    412 shares
    Share 165 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    372 shares
    Share 149 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM