Jakarta, Mediaprofesi.id – Bukan hanya soal mencetak lulusan, PT United Tractors Tbk (UT) terus memperbesar peran pendidikan vokasi sebagai pemasok tenaga kerja terampil bagi industri. Melalui UT School, perusahaan kini telah menghasilkan 54.058 lulusan, dengan sebagian di antaranya mulai mengisi kebutuhan tenaga kerja di pasar internasional.
Ekspansi tersebut terlihat dari semakin terbukanya peluang alumni UT School untuk bekerja di luar negeri. Hingga kini, sebanyak 212 alumni program CSR reguler telah menembus pasar kerja Jepang. Sebanyak 202 alumni telah bekerja di Jepang sejak 2021, sedangkan 10 alumni lainnya tengah menjalani pelatihan bahasa dan budaya sebelum diberangkatkan pada September 2026.
Peluang serupa kini diperluas ke sejumlah negara lain. UT School tengah melakukan proses seleksi untuk memenuhi kebutuhan 26 mekanik melalui Scania yang akan ditempatkan di Taiwan, Jepang, Jerman, dan Selandia Baru.
Langkah tersebut menunjukkan bagaimana kebutuhan industri semakin menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi. Kompetensi yang dibangun tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar kerja domestik, tetapi juga disiapkan agar lulusan memiliki daya saing di tingkat global.
Terbaru, UT School meluluskan 272 peserta program Mekanik Alat Berat UT School Nasional Batch-38. Prosesi wisuda berlangsung di Discovery Room UT Corporate University (Corpu), Jakarta, dengan mengusung tema “Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional untuk Kebermanfaatan dan Keberlanjutan bersama Mitra Industri dan Pendidikan”.
Direktur UT School, Mochamad Hamdan Aziz, mengatakan lulusan Batch-38 menjadi bagian dari kontribusi UT School dalam menyediakan tenaga kerja terampil yang siap memasuki industri.
“Hari ini kita meluluskan 272 wisudawan UT School Nasional program Mekanik Alat Berat. Hingga saat ini, UT School telah meluluskan 9.445 alumni program CSR reguler yang tersebar di seluruh Nusantara,” ujar Aziz.

Jika ditotal, program mitra usaha UT dan program support CSR non-reguler telah menghasilkan 44.608 lulusan. Ditambah lulusan program reguler, jumlah alumni UT School kini mencapai 54.058 orang.
Untuk menjaga daya saing lulusan, UT School terus menyesuaikan kurikulum dan metode pembelajaran dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri. Peserta tidak hanya mendapatkan kompetensi teknis dan sertifikasi, tetapi juga pembekalan Bahasa Inggris serta pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti Learning Management System (LMS), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), dan 3D printing.
Aspek karakter juga diperkuat melalui budaya INSANI yang mencakup Integritas, Santun, Ahli, dan Berani. Dengan demikian, lulusan dipersiapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter yang mendukung profesionalisme di dunia kerja.
Kolaborasi industri dan pendidikan turut diwujudkan melalui peluncuran buku Dasar-Dasar Teknik Alat Berat: Product Knowledge untuk SMK oleh UT School bersama Divisi CSR UT dan YKBUT Press. Hak Cipta buku tersebut diserahkan kepada UT untuk memperluas akses terhadap pengetahuan teknis bagi siswa pendidikan vokasi.
Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI, Syamsi Hari, mengapresiasi konsistensi UT School dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong peningkatan tenaga kerja tersertifikasi.
Dengan basis alumni yang terus bertambah dan akses kerja internasional yang mulai meluas, UT School menempatkan pendidikan vokasi sebagai bagian dari strategi pengembangan talenta industri. Kolaborasi dengan dunia usaha dan lembaga pendidikan pun menjadi kunci untuk memastikan kompetensi lulusan tetap relevan di tengah perubahan kebutuhan tenaga kerja, baik di Indonesia maupun pasar global. * (Syam/Pra)





