Jakarta, Mediaprofesi.id – PT United Tractors Tbk (UT) kembali menunjukkan bahwa keberlanjutan bukan sekadar slogan perusahaan. Lewat tiga inovasi yang menyentuh aspek lingkungan dan sosial, UT berhasil memboyong tiga penghargaan dalam acara puncak Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Bali.
Dalam ajang yang digelar PT SUCOFINDO (Persero) tersebut, UT meraih penghargaan Platinum untuk kategori Pengurangan & Pemanfaatan Limbah B3 melalui program SHIFT (Sustainable Hazardous Waste Improvement for Future Transformation).
Dua penghargaan lainnya adalah Silver untuk kategori Inovasi Sosial melalui program Srikandi Lestari dan kategori Perlindungan Keanekaragaman Hayati melalui program Living Biodiversity Landscape.
Ketiga program tersebut menunjukkan bagaimana UT mengembangkan pendekatan keberlanjutan yang tidak hanya berorientasi pada kinerja perusahaan, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Melalui SHIFT, UT mendorong peningkatan pengelolaan Limbah B3 sebagai bagian dari upaya memperkuat kinerja lingkungan. Sementara Srikandi Lestari berfokus pada pemberdayaan kader Posyandu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat.
Adapun Living Biodiversity Landscape mengintegrasikan konservasi Rusa Timor, penanaman pohon, serta kegiatan bird banding. Program ini dirancang untuk menjaga keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan.
“Penghargaan ENSIA 2026 menjadi apresiasi atas konsistensi UT dalam mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial. Ketiga inovasi ini mencerminkan pendekatan UT dalam menjalankan keberlanjutan melalui pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian keanekaragaman hayati,” ujar Branch Operation Head UT Semarang, Galih Wicaksono, yang mewakili UT menerima penghargaan.
ENSIA 2026 sendiri memberikan penilaian terhadap inovasi perusahaan berdasarkan sejumlah aspek, mulai dari kebaruan, dampak lingkungan dan sosial-ekonomi, kolaborasi, keberlanjutan, potensi replikasi, hingga kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).
Dengan kriteria tersebut, penghargaan ENSIA tidak hanya melihat ide inovasi, tetapi juga seberapa besar dampak yang mampu dihasilkan dan dipertahankan dalam jangka panjang.
Acara puncak ENSIA 2026 diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, safety induction, pembukaan, sambutan, keynote speech, talk show, penjurian stan inovasi, hingga awarding session.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Moh Jumhur Hidayat, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Gubernur Bali Wayan Koster, CEO PT IDSurvey Ari Sudono, serta Direktur Utama PT SUCOFINDO (Persero) Sandry Pasambuna.
Bagi UT, tiga penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk terus memperkuat inovasi dan kolaborasi dalam menjalankan praktik keberlanjutan.
Mulai dari pengelolaan Limbah B3, pemberdayaan masyarakat, hingga perlindungan keanekaragaman hayati, UT berupaya memastikan setiap inovasi tidak berhenti sebagai program, tetapi mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi bisnis, lingkungan, dan masyarakat. * (Syam/Wah)





