Jakarta, Mediaprofesi.id – Pemerintah menjadi salah satu sumber informasi yang paling dinanti publik, terutama di tengah proses pembangunan dan berbagai perubahan yang terus berlangsung. Karena itu, bukan hanya isi kebijakan yang menjadi perhatian, tetapi juga bagaimana pemerintah menyampaikan pesan kepada masyarakat.
Publik tentu berharap informasi yang disampaikan pemerintah membawa optimisme sekaligus memberikan gambaran yang jelas mengenai arah pembangunan. Pesan yang tepat, transparan, dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat melihat peluang sekaligus memahami tantangan yang sedang dihadapi.
Di sinilah komunikasi menjadi semakin penting. Belakangan, istilah keberlanjutan atau sustainability juga semakin banyak digunakan, termasuk dalam praktik komunikasi.
Komunikasi keberlanjutan (sustainability communication) pada dasarnya merupakan proses penyampaian pesan yang mendukung pembangunan berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Fokus utamanya berada pada substansi atau isi pesan yang disampaikan kepada publik.
Pendekatan tersebut selama ini banyak digunakan dalam komunikasi program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR). Namun, cakupannya dapat lebih luas, termasuk membangun dialog, meningkatkan kesadaran kolektif, serta memperkuat kepercayaan publik.
Dalam konteks pelaporan keberlanjutan, Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional independen yang menyediakan standar global untuk sustainability reporting, juga terus memperbarui standarnya secara berkala. Perkembangan ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan semakin menuntut penyampaian informasi yang terstruktur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, komunikasi yang berkelanjutan (sustainable communication) lebih menitikberatkan pada bagaimana komunikasi tersebut dilakukan. Fokusnya mencakup metode, praktik, efisiensi, etika, serta kemampuan komunikasi untuk memberikan dampak dalam jangka panjang.
Dengan demikian, kedua konsep tersebut memiliki titik tekan yang berbeda. Komunikasi keberlanjutan lebih banyak berbicara mengenai apa yang disampaikan, sedangkan komunikasi yang berkelanjutan berkaitan dengan bagaimana pesan tersebut disampaikan dan dipertahankan dampaknya.
Keduanya kini terus berkembang seiring perubahan perilaku masyarakat dan pesatnya perkembangan dunia digital. Kecepatan penyebaran informasi membuat pemerintah, perusahaan, maupun organisasi perlu semakin cermat dalam merancang pesan.
Pada akhirnya, komunikasi yang baik bukan hanya soal menarik perhatian publik. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap informasi memiliki dasar yang benar, valid, relevan, dan disampaikan secara bertanggung jawab.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kreativitas dalam mengemas pesan memang dibutuhkan. Namun, kreativitas tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan akurasi dan etika. Sebab, ketika kepercayaan publik menjadi modal penting dalam pembangunan, cara sebuah pesan disampaikan dapat menentukan bagaimana pesan itu diterima dan dipercaya masyarakat.
(Penulis: Priambodo, Communication and Freelance Writer)





