Jakarta, Mediaprofesi.id – Hyundai Motor Indonesia memperluas langkahnya di bidang pendidikan dengan membawa Hyundai JUMP School Indonesia ke Surabaya. Memasuki tahun ketiga, program mentoring ini melibatkan 100 mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mendampingi siswa sekolah di tiga kota besar.
Ekspansi ini menandai babak baru Hyundai JUMP School Indonesia. Setelah menjangkau Jakarta dan Bandung, program tersebut kini merambah Surabaya melalui kemitraan dengan ITS. Hyundai juga menargetkan dampak kumulatif sekitar 1.400 siswa di pusat pembelajaran sejak program ini pertama kali hadir di Indonesia pada 2024.
Program yang digagas PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) ini mengusung visi “Progress for Humanity”. Pendekatannya tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi juga membangun kepedulian sosial, kepemimpinan, dan kemampuan komunikasi melalui interaksi langsung antara mahasiswa, siswa sekolah, dan mentor profesional.
Pada Batch 3, sebanyak 100 mahasiswa terpilih akan menjadi relawan. Rinciannya, 40 mahasiswa UI, 30 mahasiswa ITB, dan 30 mahasiswa ITS. Mereka akan memberikan pendampingan pembelajaran di 20 pusat pembelajaran dan sekolah di Jakarta, Bandung, serta Surabaya.
President Director HMID Kenny Lee mengatakan, perkembangan program ini mencerminkan komitmen jangka panjang Hyundai dalam mendukung generasi muda Indonesia.
“Melalui Hyundai JUMP School, kami ingin memberdayakan generasi muda untuk terus belajar, berbagi, dan menginspirasi generasi berikutnya,” ujar Kenny.
Libatkan 250 Mahasiswa, Jangkauan Terus Meluas

Perjalanan Hyundai JUMP School Indonesia dimulai pada September 2024 melalui Batch 1 yang berkolaborasi dengan UI hingga Juni 2025. Pada Oktober 2025, Batch 2 memperluas kemitraan dengan ITB sekaligus membawa program ini ke Bandung.
Kini, bergabungnya ITS membuka akses ke Surabaya. Setelah melibatkan 150 mahasiswa relawan dalam dua batch pertama, program Batch 3 akan meningkatkan jumlah partisipan mahasiswa secara kumulatif menjadi 250 orang.
Mahasiswa relawan tidak hanya membantu siswa memahami pelajaran, tetapi juga memberikan dukungan emosional. Sebaliknya, mereka memperoleh pendampingan dari mentor profesional, termasuk karyawan Hyundai, untuk mengembangkan keterampilan akademik, profesional, dan personal.
Model ini dirancang sebagai pembelajaran dua arah. Siswa mendapatkan dukungan untuk berkembang, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, mengasah empati, serta belajar memimpin dan berkomunikasi di luar ruang kelas.
Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UI Dadan Erwandi menilai keterlibatan mahasiswa dalam program ini menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengalaman akademik dengan kontribusi sosial. Senada, Direktur Kemahasiswaan ITB Muhamad Insanu menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dalam membentuk mahasiswa yang memiliki empati serta tanggung jawab sosial.
Surabaya Jadi Babak Baru Hyundai JUMP School
Masuknya ITS memperluas ekosistem program ke wilayah baru. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS Nurul Widiastuti menyambut kolaborasi tersebut sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat secara langsung.
Hyundai JUMP School sendiri pertama kali diperkenalkan di Korea Selatan pada 2013, sebelum berkembang ke sejumlah negara, termasuk Vietnam dan Indonesia.
Melalui model mentoring yang menghubungkan siswa, mahasiswa relawan, dan mentor profesional, Hyundai ingin membangun siklus pembelajaran berkelanjutan. Setiap peserta tidak hanya memperoleh manfaat, tetapi juga didorong untuk membantu orang lain berkembang.
Dengan ekspansi ke Surabaya, Hyundai JUMP School Indonesia memasuki fase baru. Tantangannya kini bukan hanya memperluas jangkauan, tetapi memastikan semakin banyak siswa dan komunitas merasakan manfaat nyata dari program pendidikan tersebut. * (Syam/Pra)





