Tangerang, Mediaprofesi.id – Persaingan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) di Indonesia semakin panas. Ketika pangsa pasar NEV melonjak dari sekitar 2% pada 2023 menjadi 26% hingga September 2026, BYD dan DENZA langsung memperkuat jaringan distribusi dengan meresmikan 20 diler baru bersama Arista Group.
Ekspansi besar-besaran ini mempertegas ambisi ketiga pihak untuk memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik sekaligus memperkuat layanan penjualan dan purnajual. Salah satu fasilitas andalannya adalah Arista BYD & DENZA PIK 2, Tangerang, yang menghadirkan teknologi pengisian daya BYD FLASH Charging berdaya hingga 1.500 kW.
BYD Group mengklaim telah mendapatkan kepercayaan lebih dari 110.000 keluarga Indonesia. Bersama DENZA, grup ini menguasai sekitar 37% pangsa pasar NEV nasional, berdasarkan data yang disampaikan perusahaan.
Pertumbuhan tersebut didukung beragam pilihan teknologi, mulai dari kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV) hingga Dual Mode (DM) yang mengombinasikan tenaga listrik dan mesin pembakaran untuk memberikan fleksibilitas berkendara.
Chairman Arista Group Hartono Sohor mengatakan, pembukaan 20 diler baru merupakan bagian dari upaya mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendekatkan produk dan layanan kepada konsumen.
Sementara itu, Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Automotive Sales Business Department dan President BYD Japan, menegaskan Indonesia menjadi pasar strategis bagi BYD di kawasan Asia-Pasifik.
Menurutnya, ekspansi bersama Arista Group merupakan langkah penting untuk membangun ekosistem kendaraan energi baru yang semakin lengkap, mulai dari produk hingga infrastruktur pengisian daya.
20 Diler Baru, Jaringan Arista Tembus 45 Lokasi

Peresmian tersebut mencakup 20 titik baru di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatra, Kepulauan Riau, hingga Kalimantan. Dengan penambahan ini, Arista Group menyatakan jaringan BYD dan DENZA yang dikelolanya telah mencapai lebih dari 45 lokasi di Indonesia.
Jaringan yang diresmikan meliputi DENZA Arista PIK 2 dan BYD Arista PIK 2, serta diler BYD di Daan Mogot, Hasyim Ashari, Modernland, Summarecon Serpong, Cinere, Sentul, Bandung Suci, Purwakarta, Sukabumi, Sidoarjo, Malang, Batam, Panam, Bengkulu, Padang, Tangerang, Palangkaraya, dan Martapura.
Perluasan jaringan ini menjadi semakin strategis di tengah meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap akses layanan, perawatan kendaraan, serta infrastruktur pengisian baterai. Komitmen BYD memperkuat kehadiran industrinya di Indonesia, termasuk melalui fasilitas produksi di Subang, turut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut.
Berdiri di Lahan 3 Hektare, PIK 2 Andalkan FLASH Charging
Arista BYD & DENZA PIK 2 menjadi salah satu fasilitas unggulan dalam ekspansi ini. Berdiri di atas lahan seluas 3 hektare, diler tersebut berlokasi di Kavling Commercial Manhattan Signature No. 7–9, Jalan Laksamana Yos Sudarso, PIK 2, Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten.
Mengusung konsep modern dan futuristik, fasilitas ini menyediakan showroom kendaraan BYD, area khusus MPV premium DENZA, ruang tunggu eksklusif, serta layanan purnajual dengan teknisi bersertifikasi.
Daya tarik utamanya adalah kehadiran BYD FLASH Charging di area DENZA PIK 2. Teknologi yang diperkenalkan untuk pasar Indonesia pada 14 Oktober 2026 tersebut menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW.
BYD mengklaim teknologi ini memungkinkan kendaraan siap digunakan kembali dalam sekitar 5 menit dan baterai terisi penuh dalam sekitar 9 menit, bergantung pada kondisi pengisian dan kendaraan yang kompatibel.
Selain FLASH Charging, tersedia empat unit fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) fast charging. Konsumen juga dapat berkonsultasi mengenai pemasangan home charging di rumah.
Fasilitas lainnya mencakup premium customer lounge dengan layanan makanan dan minuman, serta area servis terpadu untuk mendukung kebutuhan perawatan kendaraan.
Melalui ekspansi 20 diler sekaligus, BYD, DENZA, dan Arista Group memperkuat pertarungan di pasar kendaraan energi baru Indonesia. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan jaringan tersebut diikuti kualitas layanan, kemudahan pengisian daya, dan pengalaman kepemilikan yang mampu menjawab kebutuhan konsumen. * (Syam/Wah)





