MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 20 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 20 Oktober 2026
in Ekonomi
IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang
9
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Tekanan terhadap pasar saham Indonesia kian menguji nyali investor. Ketidakpastian global dan usulan perubahan klasifikasi Indonesia oleh MSCI mengguncang pergerakan saham, termasuk sektor consumer. Di tengah gejolak ini, Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengingatkan investor agar tidak asal memburu saham murah karena peluang pemulihan setiap emiten berbeda.

Dalam Media Day Oktober 2026 bertajuk Navigating Uncertainty: A New Perspective on Indonesia’s Market, Mirae Asset mengulas tekanan pasar sekaligus strategi menghadapi volatilitas yang masih membayangi investasi di Indonesia.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menilai pasar domestik menghadapi tekanan berlapis, mulai dari tingginya imbal hasil obligasi Amerika Serikat, ekspektasi suku bunga tinggi, hingga kenaikan harga energi.

Tekanan tersebut turut membebani rupiah yang berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS pada pertengahan Oktober 2026. Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak Mei menjadi 5,75% untuk menjaga stabilitas rupiah. Sementara itu, inflasi September tercatat 3,28% dan diperkirakan Mirae Asset berpotensi mencapai 4% pada akhir tahun.

Di pasar saham, kekhawatiran meningkat setelah muncul usulan MSCI terkait kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia menjadi Standalone Market. Namun, usulan tersebut belum menjadi keputusan final. Proses konsultasi masih berlangsung, bersamaan dengan upaya pembenahan transparansi kepemilikan saham dan keterbukaan informasi di pasar modal.

Besarnya tekanan tercermin pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi 11,6% pada 16 Oktober 2026. Investor asing juga masih mencatatkan tekanan jual bersih yang signifikan sepanjang tahun berjalan.

Menurut Rully, koreksi tajam memang dapat membuka peluang investasi. Namun, harga saham yang lebih murah tidak otomatis menjamin pemulihan dalam waktu dekat. Investor perlu mencermati arus dana asing, perkembangan reformasi pasar modal, serta kemampuan perusahaan menjaga kinerja fundamental.

Saham Consumer Tak Luput dari Guncangan

Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Putu Chantika Putri Dhammayanti, menilai tekanan pasar turut menghantam sektor consumer. Pada 16 Oktober 2026, ketika IHSG anjlok 11,6%, indeks consumer non-cyclicals merosot 10,1%.

Sejumlah saham ikut tertekan. MIDI turun 12,4%, sedangkan AMRT terkoreksi 14,9% dalam sehari. Namun, penurunan tersebut tidak serta-merta mencerminkan kemerosotan fundamental bisnis karena sentimen MSCI dan potensi perubahan arus dana asing juga memengaruhi pergerakan harga.

Perbedaan kinerja saham sepanjang tahun berjalan memperlihatkan betapa selektifnya investor harus bersikap. Hingga 16 Oktober 2026, MAPI masih mencatat kenaikan 13,3%, sedangkan AMRT dan UNVR masing-masing anjlok sekitar 46,6% dan 46,5%.

Chantika menegaskan, valuasi murah bukan jaminan harga saham segera pulih. Investor perlu menilai ketahanan volume penjualan, kemampuan menjaga margin keuntungan, tekanan biaya operasional, serta prospek pertumbuhan laba.

Mirae Asset tetap mencermati MIDI, MAPI, dan CMRY dengan mempertimbangkan ketahanan volume serta prospek kinerja masing-masing perusahaan. Artinya, peluang tetap terbuka, tetapi investor perlu memilah emiten berdasarkan fundamental, bukan sekadar berharap harga kembali ke level sebelumnya.

Mirae Asset Buka Alternatif Likuiditas

Selain membahas strategi investasi, Mirae Asset memperkenalkan layanan referral Gadai Efek melalui kerja sama dengan PT Pegadaian. Fasilitas ini memungkinkan nasabah mengajukan pinjaman dengan menjaminkan efek yang memenuhi kriteria, seperti saham tertentu atau obligasi pemerintah, tanpa harus langsung menjual investasinya.

Head of Business Development Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Simon Gunawan Sinaga, menjelaskan bahwa Mirae Asset bertindak sebagai mitra referral yang membantu pemeriksaan awal dokumen dan ketersediaan efek. Sementara itu, verifikasi, penilaian agunan, dan keputusan pemberian pinjaman sepenuhnya menjadi kewenangan Pegadaian.

Efek yang dijaminkan tetap tercatat atas nama nasabah, tetapi diblokir selama menjadi agunan. Nasabah juga perlu memperhitungkan risiko penurunan nilai efek yang dapat memicu kewajiban menambah agunan atau melunasi sebagian pinjaman. Jika kewajiban tidak dipenuhi, agunan berpotensi dijual.

Di tengah ketidakpastian pasar dan tekanan terhadap saham, pesan Mirae Asset jelas: peluang investasi masih ada, tetapi keputusan harus bertumpu pada fundamental, ketahanan bisnis, dan pengelolaan risiko yang terukur. * (Syam)

Post Views13 Views
Tags: BIIHSGInvestorMirae AssetMSCIOJKPasar ModalPasar SahamSaham Consumer RontokSekuritas

Related Posts

Dana Perbankan Tembus Rp8.000 Triliun, Pasar Modal Cuma Rp650 Triliun! Samuel Aset Manajemen Bidik Peluang Besar
Ekonomi

Dana Perbankan Tembus Rp8.000 Triliun, Pasar Modal Cuma Rp650 Triliun! Samuel Aset Manajemen Bidik Peluang Besar

by Pratama
Selasa, 20 Oktober 2026
39
IHSG Rontok 14,91%, Ancaman MSCI dan Denda Rp2,1 Triliun Guncang Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

IHSG Rontok 14,91%, Ancaman MSCI dan Denda Rp2,1 Triliun Guncang Pasar Saham Indonesia

by Syamhudi
Senin, 19 Oktober 2026
17

RECOMMENDED

JETOUR T2 i-DM Gempur Pasar SUV Medan: Tenaga 360 PS, Jarak Tempuh Tembus 1.200 Km, Harga Rp700 Juta

JETOUR T2 i-DM Gempur Pasar SUV Medan: Tenaga 360 PS, Jarak Tempuh Tembus 1.200 Km, Harga Rp700 Juta

20 Oktober 2026
4
IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang

IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang

20 Oktober 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    608 shares
    Share 243 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    410 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM