Jakarta, Mediaprofesi.id – Chery makin agresif memperluas cengkeramannya di pasar otomotif dunia. Sepanjang Januari–September 2026, penjualan Chery Group mencapai 2.206.789 unit, tumbuh 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, lonjakan paling mencolok datang dari ekspor yang meroket 65,6% menjadi 1.551.178 unit, bahkan melampaui total ekspor sepanjang 2025.
Tren positif itu berlanjut pada September 2026. Chery membukukan penjualan global 292.308 unit, naik 4,2% secara tahunan. Ekspor mencapai 207.814 unit atau tumbuh 51%. Untuk kedua kalinya, ekspor bulanan Chery menembus 200.000 unit sekaligus mencetak rekor baru bagi produsen otomotif China.
Eropa Jadi Medan Perburuan Baru
Ambisi Chery terlihat dari ekspansi di berbagai negara. Hingga akhir September 2026, jumlah pengguna kendaraan Chery Group di seluruh dunia melampaui 20,73 juta, termasuk 7,39 juta pengguna di luar China.
Eropa menjadi salah satu motor pertumbuhan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, penjualan Chery di kawasan ini mencapai 234.000 unit, melonjak 193% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Inggris, Chery bahkan menempati posisi pertama penjualan merek mobil baru pada Agustus dengan 8.618 unit, melesat 249,61% secara tahunan.
Ekspansi tersebut turut mengangkat reputasi perusahaan. Chery Automobile Co., Ltd. untuk pertama kalinya masuk daftar Fortune Global 500 tahun 2026 di peringkat ke-383, sekaligus menjadi satu-satunya pendatang baru dari China daratan pada tahun ini.
Pengakuan juga datang dari industri. Chery menempati posisi teratas di antara merek domestik China dalam lima studi utama J.D. Power. Perusahaan ini juga memimpin kategori otomotif dalam Kantar BrandZ Top 50 Chinese Global Brand Builders selama sembilan tahun berturut-turut.
Mobil Listrik dan AI Jadi Senjata Berikutnya

Chery tak hanya mengandalkan mobil bermesin konvensional. Sepanjang Januari–September 2026, penjualan kendaraan energi baru atau new energy vehicle (NEV) melampaui 850.000 unit. Penjualan bulanannya bahkan bertahan di atas 100.000 unit selama enam bulan berturut-turut.
Pada Januari–Juli 2026, Chery menguasai 5,5% penjualan NEV global dan masuk lima besar grup otomotif dunia menurut China Passenger Car Association.
Untuk memperkuat daya saing, Chery mengembangkan teknologi baterai, kecerdasan buatan (AI), dan robotika. Sejumlah model yang menggunakan Rhino Battery telah memperoleh sertifikasi Six-Dimensional Electrical Safety dari CATARC melalui sistem validasi NESTA.
Di sektor AI, Chery memperkenalkan teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dalam Chery International Users Summit 2026. Fitur “One Tap Departure” dan “One Step Home” dirancang untuk mempermudah mobilitas keluarga.
Bisnis robotika juga terus berkembang. AiMOGA Robotics telah mengirimkan lebih dari 3.000 robot ke lebih dari 60 negara dan wilayah, dengan penerapan di lebih dari 100 skenario, mulai dari otomotif dan transportasi hingga layanan medis serta pendampingan keluarga.
Indonesia Ikut Menjadi Taruhan
Agresivitas Chery di pasar internasional berjalan seiring dengan meningkatnya minat konsumen Indonesia. Pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, jumlah surat pemesanan kendaraan (SPK) Chery meningkat 62,56% dibandingkan tahun sebelumnya.
Sejumlah produknya juga meraih pengakuan di dalam negeri. Chery Q menyabet penghargaan Favorite Passenger Car–Hatchback di GIIAS 2026, serta predikat Best Compact Urban EV dalam Indonesia Automotive Awards 2026.
Dengan ekspor yang terus menanjak, penjualan kendaraan listrik yang menguat, dan ekspansi teknologi AI, Chery memiliki modal untuk memperbesar persaingan di pasar otomotif dunia. Tantangan berikutnya adalah menjaga momentum tersebut sekaligus mengubah tingginya minat konsumen Indonesia menjadi penjualan yang berkelanjutan. * (Syam/Wah)





