MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

59,42% Pekerja Indonesia Terancam Sulit Dapat Kredit, CBI Gaspol dengan 4 Solusi Baru, AI Ikut Turun Tangan

Pratama by Pratama
Kamis, 22 Oktober 2026
in Ekonomi
59,42% Pekerja Indonesia Terancam Sulit Dapat Kredit, CBI Gaspol dengan 4 Solusi Baru, AI Ikut Turun Tangan
2
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Jutaan pekerja sektor informal dan pelaku UMKM berpotensi kesulitan mendapatkan pembiayaan karena keterbatasan data pendapatan. Di tengah kebutuhan memperluas inklusi keuangan dan aturan pinjaman yang semakin ketat, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan empat solusi intelijen kredit untuk membantu lembaga keuangan menilai calon debitur secara lebih menyeluruh.

Persoalannya cukup besar. Sebanyak 59,42% pekerja di Indonesia berada di sektor informal. Banyak di antara mereka tidak memiliki slip gaji maupun catatan pekerjaan formal yang lazim digunakan bank dan lembaga pembiayaan untuk mengukur kemampuan membayar cicilan.

Akibatnya, calon peminjam yang sebenarnya mampu membayar berisiko tersisih dari sistem penilaian kredit konvensional.

Tantangan ini menjadi sorotan dalam CBI Connect 2026 di The St. Regis Jakarta. Forum bertema Leading the Next Era of Credit Intelligence tersebut mempertemukan lebih dari 150 eksekutif senior dan pemangku kepentingan industri jasa keuangan untuk membahas masa depan informasi perkreditan di Indonesia.

Tekanan terhadap lembaga pembiayaan juga meningkat seiring berlakunya ketentuan OJK terkait pinjaman daring berbasis peer-to-peer (P2P) lending melalui SEOJK No. 19/2025. Aturan yang berlaku efektif pada 2026 ini menetapkan batas rasio utang terhadap pendapatan maksimal 30%, sehingga akurasi data kemampuan membayar menjadi semakin krusial.

Di sisi lain, konsumen Indonesia rata-rata mengalokasikan 10,5% pendapatannya untuk membayar kewajiban utang yang sudah ada, berdasarkan data keyakinan konsumen Bank Indonesia. Artinya, mengukur pendapatan saja tidak cukup. Beban utang yang telah dimiliki calon debitur juga perlu diperhitungkan.

Direktur Analisis Informasi dan Manajemen Krisis Perbankan OJK, Bayu Husodo, mengapresiasi CBI Connect 2026 sebagai forum untuk memperkuat ekosistem informasi perkreditan. Menurutnya, pemanfaatan data berkualitas dapat meningkatkan akurasi penilaian kredit, mendeteksi risiko lebih dini, sekaligus memperluas pembiayaan bagi UMKM.

OJK juga menyoroti platform SME Bureau milik CBI yang dirancang untuk membangun profil UMKM secara terstandarisasi dan transparan.

Empat Senjata CBI, dari Prediksi Pendapatan hingga AI

Untuk menjawab keterbatasan data tersebut, CBI memperkenalkan empat solusi baru yang menyasar berbagai tahapan penilaian dan pengelolaan kredit.

Pertama, Income Predictor, yang memanfaatkan beragam sumber data untuk memperkirakan pendapatan bulanan calon peminjam, termasuk mereka yang tidak memiliki bukti penghasilan konvensional.

Kedua, Enhanced Bureau Alternative Score (EBAS). Solusi ini menggabungkan informasi biro kredit dengan wawasan perilaku dari aplikasi untuk membantu menilai calon debitur yang memiliki riwayat kredit terbatas.

Ketiga, Skip Tracing, yang menyediakan informasi kontak lebih lengkap dan terkini agar lembaga keuangan maupun tim penagihan dapat menemukan serta menghubungi debitur secara lebih efisien.

Keempat, Agent Polar, solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis dan membandingkan kinerja portofolio kredit dengan tren industri. Fitur analisis mendalam dan notifikasi proaktif membantu lembaga keuangan mengenali potensi risiko serta mempertajam pengambilan keputusan.

Presiden Direktur CBI Anton K. Adiwibowo mengatakan, penggunaan data yang tepat, akurat, dan sesuai ketentuan menjadi kunci untuk menilai kelayakan kredit di tengah kebutuhan pembiayaan yang semakin kompleks.

Melalui pendekatan credit intelligence, CBI ingin membantu lembaga keuangan meningkatkan kualitas keputusan kredit, menjaga kinerja portofolio, dan memperluas jangkauan pembiayaan tanpa mengabaikan pengelolaan risiko.

Ekonom senior Dr. Aviliani juga menekankan pentingnya melihat kondisi ekonomi debitur secara utuh, bukan hanya mengandalkan skor biro kredit. Pemberdayaan pekerja informal dan UMKM dinilai relevan untuk mendorong pemerataan pendapatan rumah tangga.

Dengan kombinasi data yang lebih kaya dan teknologi analitik, tantangan berikutnya adalah memastikan calon debitur yang layak tidak terlewat, sementara risiko kredit tetap terkendali. Bagi jutaan pekerja informal dan pelaku UMKM, kualitas penilaian tersebut dapat menjadi salah satu faktor penting dalam membuka akses pembiayaan yang lebih luas. * (Syam/Pra)

Post Views3 Views
Tags: Bank Indonesiacalon debiturCBI Connect 2026Credit Bureau IndonesiaOJKpeer-to-peer (P2P)pelaku UMKMpinjaman daringsolusi intelijen kredit

Related Posts

IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang
Ekonomi

IHSG Dihantam Badai MSCI, Saham Consumer Rontok hingga 46,6%, Mirae Asset Bongkar Peluang

by Syamhudi
Selasa, 20 Oktober 2026
20
IHSG Rontok 14,91%, Ancaman MSCI dan Denda Rp2,1 Triliun Guncang Pasar Saham Indonesia
Ekonomi

IHSG Rontok 14,91%, Ancaman MSCI dan Denda Rp2,1 Triliun Guncang Pasar Saham Indonesia

by Syamhudi
Senin, 19 Oktober 2026
17

RECOMMENDED

59,42% Pekerja Indonesia Terancam Sulit Dapat Kredit, CBI Gaspol dengan 4 Solusi Baru, AI Ikut Turun Tangan

59,42% Pekerja Indonesia Terancam Sulit Dapat Kredit, CBI Gaspol dengan 4 Solusi Baru, AI Ikut Turun Tangan

22 Oktober 2026
2
Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Balikpapan: Jarak Tempuh 400 Km, Harga Rp294,8 Juta

Chery Q Gempur Pasar Mobil Listrik Balikpapan: Jarak Tempuh 400 Km, Harga Rp294,8 Juta

22 Oktober 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    403 shares
    Share 161 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    373 shares
    Share 149 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM