Jakarta, Mediaprofesi.id – Strategi pemasaran melalui konten kreator memasuki babak baru. Di tengah konsumen yang semakin selektif membelanjakan uang, popularitas dan banyaknya penonton tidak lagi cukup menjadi ukuran keberhasilan. Brand kini dituntut membuktikan bagaimana konten kreator mampu memengaruhi pertimbangan hingga keputusan pembelian.
Pergeseran dari sekadar mengejar visibility menuju velocity atau mendorong perhatian menjadi tindakan nyata ini menjadi sorotan utama Indonesia Creator Marketing Report (ICMR) 2027, yang diterbitkan IDN Research Institute.
Laporan tersebut mengungkap bahwa peran kreator kini melampaui upaya membangun kesadaran merek. Konten kreator juga menjadi sumber informasi bagi konsumen untuk memahami produk, membandingkan pilihan, hingga memantapkan keputusan sebelum berbelanja.
Riset ICMR 2027 melibatkan 305 responden dari kelompok Connected Audience, yakni audiens yang aktif mengikuti kreator pilihan mereka dan berbelanja secara online. Penelitian ini juga menggabungkan perspektif praktisi brand, kreator, serta wawancara mendalam dengan pelaku industri.
Kepercayaan Kreator Jadi Senjata Rebut Konsumen
Salah satu temuan paling menonjol adalah 74% responden menyatakan rekomendasi dari kreator yang mereka percaya semakin penting ketika kondisi ekonomi mengetat.
Angka ini memperlihatkan bahwa ketika konsumen semakin berhati-hati mengeluarkan uang, kepercayaan menjadi modal penting bagi kreator untuk memengaruhi keputusan belanja.
Namun, rekomendasi saja tidak cukup. Sebanyak 77% responden mempertimbangkan keputusan pembelian melalui review dan perbandingan produk. Sementara itu, 57% memanfaatkan live commerce dan 50% mengandalkan tutorial atau demonstrasi produk.
Sebaliknya, hanya 18% responden yang mengaitkan proses pengambilan keputusan dengan momen pertama kali melihat konten untuk membangun awareness.
Temuan ini menjadi sinyal bagi brand untuk mengevaluasi strategi pemasaran mereka. Konten yang hanya mengejar tayangan berpotensi kehilangan daya saing jika tidak mampu menjawab kebutuhan informasi dan meyakinkan konsumen.
Artinya, kolaborasi dengan kreator perlu diarahkan agar tidak berhenti pada popularitas, tetapi juga memberikan informasi yang relevan, membangun kepercayaan, dan membantu audiens mengambil keputusan.
Enam Tren yang Membentuk Masa Depan Kreator

ICMR 2027 merangkum perubahan industri melalui enam bahasan utama, mulai dari meningkatnya kebutuhan akan kepercayaan hingga tuntutan pengukuran dampak pemasaran yang lebih menyeluruh.
Laporan ini membahas pergeseran perilaku konsumen, peran kreator di sepanjang perjalanan pembelian, perubahan kebutuhan audiens, serta peluang memperluas kategori konten tanpa kehilangan keahlian dan relevansi.
Selain itu, kreator juga didorong mengembangkan personal brand menjadi bisnis yang lebih profesional dan berkelanjutan. Bagi brand dan agensi, tantangannya adalah menilai kontribusi kreator secara lebih adil, tidak hanya berdasarkan angka konversi atau jangkauan.
“Di tengah konsumen yang semakin selektif, tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana brand mendapatkan perhatian audiens, tetapi bagaimana perhatian tersebut dapat berkembang menjadi pertimbangan dan keputusan nyata,” ujar William Utomo, Co-Founder & COO IDN.
Kreator Dituntut Buktikan Dampak Bisnis
Hana Novitriani, VP of ICE, menilai industri perlu menunjukkan kontribusi kreator di berbagai tahap perjalanan konsumen, termasuk saat audiens mengevaluasi produk dan menentukan pilihan.
Menurutnya, nilai creator marketing perlu dilihat secara lebih menyeluruh, mulai dari membangun kesadaran hingga membantu mendorong keputusan pembelian.
Melalui ICMR 2027, IDN Research Institute menegaskan bahwa masa depan industri kreator tidak hanya ditentukan oleh besarnya jangkauan, tetapi juga kemampuan membangun kepercayaan dan menghasilkan dampak nyata.
Dalam era Creator Economy 3.0, kolaborasi berkelanjutan, autentisitas, serta pengukuran kontribusi yang lebih bermakna diperkirakan semakin penting bagi brand yang ingin menjaga relevansi dan memenangkan perhatian konsumen. * (Syam)





