MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 26 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru

Syamhudi by Syamhudi
Senin, 26 Oktober 2026
in Ekonomi
Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru
9
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Pasar keuangan Indonesia menghadapi tekanan dari berbagai arah. Rupiah melemah, harga minyak dunia melonjak di tengah ancaman konflik di Selat Hormuz, sementara Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap mengubah perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Di tengah gejolak tersebut, Bank Indonesia (BI) menyiapkan tambahan likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun melalui pelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM). Kebijakan ini diharapkan menjaga ruang pembiayaan ekonomi ketika ketidakpastian global masih membayangi pasar.

Dalam Syailendra Weekly Update edisi 26 Oktober 2026, Syailendra Research dari PT Syailendra Capital menyoroti sejumlah perkembangan penting yang perlu dicermati investor.

BI Longgarkan Likuiditas Rp190 Triliun

BI mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 20–21 Oktober 2026. Namun, suku bunga Deposit Facility naik 25 basis poin menjadi 5,00%, sedangkan Lending Facility tetap 6,50%.

BI juga menurunkan GWM secara bertahap. Untuk bank konvensional, rasio GWM turun dari 9% menjadi 7%, sedangkan bank syariah dari 7,5% menjadi 5,5%. Penyesuaian dilakukan mulai 1 November dan 1 Desember 2026.

Selain itu, insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dipangkas dari 6% menjadi 5% mulai 1 Desember.

Pelonggaran tersebut diperkirakan menambah likuiditas perbankan sekitar Rp190 triliun. Langkah ini hadir ketika pertumbuhan kredit pada September 2026 mencapai 13,26% secara tahunan (year-on-year).

Di sisi lain, BI memperkuat insentif lindung nilai melalui Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menarik aliran modal asing dan menjaga stabilitas rupiah. Namun, rupiah masih berada di bawah tekanan, dengan nilai Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober atau melemah 7,9% sepanjang tahun berjalan.

BEI Ubah Perhitungan IHSG, 80 Saham Terdampak

Perubahan besar juga menanti pasar saham. Mulai 2 November 2026, BEI akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) dari perhitungan IHSG.

Kebijakan ini mencakup 80 saham dengan bobot sekitar 18% terhadap IHSG. Saham-saham tersebut tetap dapat diperdagangkan dan tidak otomatis dikeluarkan dari bursa.

BEI juga akan langsung menyesuaikan perhitungan indeks ketika saham masuk atau keluar kategori HSC. Jadwal evaluasi indeks diubah menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober.

Pasokan Gas ke Singapura Dipangkas, Minyak Melonjak

Di sektor energi, SKK Migas mulai mengalihkan 31 juta standar kaki kubik gas per hari dari ekspor ke Singapura untuk kebutuhan domestik sejak 24 Oktober 2026.

Sebanyak 15 juta standar kaki kubik per hari dari Natuna dialihkan ke PLN Batam. Sementara itu, 16 juta standar kaki kubik per hari dari Sumatra dialokasikan untuk kebutuhan listrik Batam, Bintan, dan Sumatra.

Kebijakan ini sejalan dengan prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan wacana pemerintah untuk tidak memperpanjang ekspor gas ke negara tetangga demi memperkuat ketahanan energi.

Namun, risiko global justru meningkat. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan tujuh kabel bawah laut di Selat Hormuz jika infrastruktur Iran diserang. Ancaman tersebut berpotensi mengganggu konektivitas data dan transaksi keuangan di kawasan Teluk.

Di tengah ketegangan itu, harga minyak mentah WTI melonjak 3,82% menjadi US$103,3 per barel, sedangkan Brent naik 3,14% ke US$116,7 per barel.

IHSG Naik, tetapi Dana Asing Keluar

Pergerakan pasar domestik menunjukkan sinyal beragam. Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 4,9% ke level 5.439, tetapi masih mencatat arus dana keluar sebesar Rp5,4 triliun.

Di pasar obligasi, imbal hasil SBN tenor 10 tahun naik ke 7,45%, diikuti arus dana asing masuk Rp7,5 triliun. Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,99%.

Rupiah juga melemah 0,25% sepanjang pekan lalu ke level Rp18.090 per dolar AS, meskipun indeks dolar AS turun ke 101,68.

Di Wall Street, Dow Jones naik 1,7% dan S&P 500 menguat 0,1%. Sebaliknya, Nasdaq terkoreksi 0,5%.

Tiga Agenda AS Jadi Penentu Arah Pasar

Investor perlu mencermati sejumlah agenda ekonomi Amerika Serikat pekan ini. Pada 27 Oktober, perhatian tertuju pada indeks kepercayaan konsumen dan penjualan rumah baru.

Selanjutnya, keputusan suku bunga The Federal Reserve pada 28 Oktober akan menjadi sorotan utama. Pada 29 Oktober, pasar menanti estimasi awal pertumbuhan ekonomi AS kuartal III, data inflasi PCE, dan klaim awal pengangguran.

Kombinasi kebijakan BI, perubahan perhitungan IHSG, gejolak harga energi, dan arah kebijakan The Fed berpotensi menentukan pergerakan rupiah serta pasar saham Indonesia dalam beberapa hari ke depan. * (Syam)

Post Views10 Views
Tags: BEIBI RateIHSGInvestorminyak melonjakPasar ModalPasar SahamRupiah melemahSyailendra CapitalSyailendra Research

Related Posts

IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar
Ekonomi

IHSG Meledak 5,65%, Investor Asing Malah Kabur, MSCI dan Ancaman Bunga BI Bayangi Pasar

by Wahyu
Rabu, 21 Oktober 2026
23
Citi Gaspol Rebut Transaksi Jumbo ASEAN! M&A Tembus US$140 Miliar, Pendapatan Investment Banking Melonjak 35%
Ekonomi

Citi Gaspol Rebut Transaksi Jumbo ASEAN! M&A Tembus US$140 Miliar, Pendapatan Investment Banking Melonjak 35%

by Wahyu
Rabu, 21 Oktober 2026
23

RECOMMENDED

Kia Gaspol Rebut Pasar Bandung, Buka City Store Baru, Tebar Voucher BBM Rp8 Juta dan Hadiah PS5 Pro

Kia Gaspol Rebut Pasar Bandung, Buka City Store Baru, Tebar Voucher BBM Rp8 Juta dan Hadiah PS5 Pro

26 Oktober 2026
5
Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru

Rupiah Terancam, Minyak Tembus US$116, BI Suntik Likuiditas Rp190 Triliun, IHSG Hadapi Ujian Baru

26 Oktober 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM