Jakarta, Mediaprofesi.id – Peluang menjadi wirausaha terbuka bagi siapa saja, termasuk atlet penyandang disabilitas. Untuk membantu mereka menggali potensi dan membangun kemandirian ekonomi, PT United Tractors Tbk (UT) menghadirkan program Temu Potensi (TENSI) yang mengajak atlet Special Olympics Indonesia (SOIna) belajar langsung berbagai keterampilan produktif.
Melalui program yang berlangsung pada 11–23 September 2026 ini, sebanyak 20 atlet SOIna bersama 20 pendamping mengikuti pelatihan di empat bidang, yakni budidaya lele (Catfish Cultivation), pengemasan makanan (Food Packaging), pertanian hidroponik (Hydroponic Farming), serta pembuatan kerajinan kreatif (Creative Crafting).
Mengusung tema “Belajar Bersama, Menemukan Potensi, Membangun Mimpi Berwirausaha”, TENSI dirancang agar peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga merasakan langsung proses belajar dan praktik. Dengan begitu, mereka dapat mengenali keterampilan yang sesuai dengan minat sekaligus berpeluang dikembangkan menjadi usaha.
Corporate Social Responsibility Section Head United Tractors, Dimas Aryo, mengatakan setiap individu memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya apabila mendapat ruang dan dukungan yang tepat.

“Melalui TENSI, kami ingin membuka ruang bagi teman-teman atlet SOIna untuk mengenal berbagai keterampilan, menemukan bidang yang mereka minati, dan secara bertahap mengembangkannya menjadi sesuatu yang lebih produktif,” ujar Dimas.
Menurutnya, pengalaman mencoba hal baru diharapkan menjadi langkah awal bagi para atlet untuk membangun kemandirian sekaligus mewujudkan impian berwirausaha.
Rangkaian TENSI dimulai dengan pelatihan budidaya lele di Swara Hijau Farm pada 11 September. Kegiatan berlanjut ke pelatihan pengemasan makanan di RPETRA Malaka Sari pada 16 September, pertanian hidroponik di Kantor RW 05 Malaka Sari pada 18 September, dan ditutup dengan pembuatan kerajinan kreatif di LPB Cakung pada 23 September.
Dalam proses pembelajaran, para peserta turut mendapat pendampingan serta kesempatan menyerap pengalaman dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). SOIna berperan sebagai mitra sekaligus peserta program, sedangkan pelaku UMKM berbagi pengetahuan dan pengalaman usaha dengan dukungan PPU Cakung dalam kolaborasi serta pendampingan UMKM.
Tak berhenti pada pelatihan, UT juga menyiapkan dukungan lanjutan. Tiga peserta terbaik akan mendapatkan alat praktik untuk meneruskan keterampilan yang telah dipelajari.
Peserta yang berhasil mengembangkan keterampilannya menjadi usaha juga diharapkan berpeluang memperoleh pendampingan lebih lanjut. Dengan dukungan tersebut, usaha yang dirintis dapat tumbuh berkelanjutan dan berpotensi menjadi bagian dari UMKM disabilitas binaan UT.
Melalui TENSI, United Tractors berupaya memperluas kesempatan bagi atlet penyandang disabilitas untuk menggali kemampuan, mencoba peluang baru, dan membangun masa depan yang lebih mandiri. Sebab, ketika kesempatan dan dukungan tersedia, potensi dapat berkembang menjadi keterampilan produktif, bahkan membuka jalan menuju dunia usaha. * (Syam/Wah)





