Jakarta, Mediaprofesi.id – Persaingan industri kecerdasan buatan (AI) memasuki babak baru. Perusahaan teknologi kini berlomba menghadirkan AI yang tidak hanya mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami konteks bisnis, mengambil keputusan, hingga menjalankan tindakan secara mandiri.
Melihat peluang tersebut, Cloudera memperkuat langkahnya dengan memperluas Enterprise AI Ecosystem. Pengumuman yang disampaikan dalam ajang EVOLVE26 New York ini melibatkan sejumlah mitra teknologi, termasuk Neo4j, Cartesia, Mistral, dan VAST Data.
Langkah tersebut memperkuat Cloudera Anywhere Cloud sebagai fondasi pembangunan AI factory enterprise, yakni ekosistem yang memungkinkan perusahaan mengolah data menjadi wawasan bisnis sekaligus tindakan otomatis berbasis AI.
Strategi ini menjadi penting seiring meningkatnya penggunaan AI agent di lingkungan perusahaan. Teknologi tersebut membutuhkan data yang saling terhubung, model AI yang tepat, interaksi responsif, serta infrastruktur berkinerja tinggi agar mampu menjalankan tugas secara andal.
Melalui Anywhere Cloud, Cloudera berupaya menyatukan seluruh kebutuhan tersebut dalam satu model operasional yang konsisten, baik di public cloud, private cloud, maupun pusat data milik perusahaan (on-premises).
“Keunggulan kompetitif berikutnya akan ditentukan oleh seberapa efektif perusahaan mengubah pengetahuan mereka sendiri menjadi tindakan,” ujar Abhas Ricky, Chief Business Officer dan GM, Applied AI di Cloudera.
Menurutnya, Cloudera ingin membantu setiap perusahaan membangun AI factory dengan kebebasan memilih model, tetap mengendalikan data, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional AI.
Neo4j Perkuat Kemampuan AI Memahami Data
Salah satu penguatan datang dari Neo4j melalui teknologi knowledge graph dan konteks semantik. Teknologi ini memungkinkan AI memahami hubungan antara pelanggan, produk, transaksi, hingga proses bisnis yang tersebar di berbagai sumber data.
Dengan kemampuan tersebut, AI tidak hanya menemukan informasi, tetapi juga dapat menelusuri keterkaitan data untuk menghasilkan penalaran yang lebih akurat sebelum mengambil tindakan.
Cartesia Hadirkan AI Suara Lebih Responsif
Cloudera juga memperluas kemampuan AI melalui Cartesia. Kolaborasi ini menghadirkan teknologi pembuatan suara (speech generation) dan transkripsi untuk voice agent yang dapat beroperasi dalam lingkungan yang dikendalikan pelanggan.
Cartesia mengklaim teknologi pembuatan suaranya memiliki latensi di bawah 90 milidetik. Model Sonic-3.6 bahkan menempati peringkat pertama pada dua papan peringkat speech arena Artificial Analysis saat diluncurkan.
Teknologi ini memungkinkan interaksi suara dengan AI berlangsung lebih alami dan responsif, sekaligus memberikan kendali lebih besar kepada perusahaan atas percakapan yang bersifat sensitif.
Mistral dan NVIDIA Perkuat Kecerdasan AI
Di sisi model AI, kemitraan strategis dengan Mistral tetap menjadi bagian penting dari strategi sovereign inference Cloudera.
Portofolio Mistral mencakup model Large 4 dengan 1,05 triliun parameter, model peramalan Timestral, serta Robostral untuk kebutuhan navigasi robot.
Kolaborasi rekayasa dengan NVIDIA dan pengembangan AI ilmiah bersama CERN juga memperluas penerapan AI ke bidang yang lebih spesifik, melampaui kebutuhan percakapan sehari-hari.
VAST Data Jaga Performa Infrastruktur AI
Sementara itu, VAST Data memperkuat fondasi infrastruktur melalui teknologi penyimpanan berkecepatan tinggi dan latensi rendah.
Solusi ini membantu mengatasi masalah GPU starvation, yakni kondisi ketika prosesor grafis tidak memperoleh pasokan data yang cukup untuk bekerja optimal.
Integrasi teknologi VAST dengan layanan data terkontainerisasi Cloudera diharapkan meningkatkan pemanfaatan GPU sekaligus mempercepat kinerja pemrosesan data, analitik, dan AI.
Melalui perluasan ekosistem ini, Cloudera ingin memangkas kompleksitas integrasi teknologi, meningkatkan efisiensi biaya kepemilikan (total cost of ownership), serta mempercepat penerapan AI di lingkungan perusahaan.
Ambisinya jelas: membawa AI enterprise keluar dari tahap eksperimen menuju operasional produksi, dengan kemampuan mengolah data, membangun kecerdasan, dan menjalankan tindakan secara mandiri di berbagai lingkungan teknologi. * (Syam/Wah)





