MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 28 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Selasa, 28 Juli 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

GUNCANGAN TRUMP: Harga Emas makin “Menggila”

Pratama by Pratama
Jumat, 25 April 2025
in Ekonomi
GUNCANGAN TRUMP: Harga Emas makin “Menggila”
46
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “ANGIN TOPAN” melanda emas! “Ancaman” Trump kepada Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Membuat emas makin “memuai”.

Bahkan, emas bisa lebih dalam lagi. Bila Trump tetap memaksa Powell menurunkan suku bunga The Fed. Powell tak peduli, dia punya kalkulasi sendiri.

“Turunkan suku bunga The Fed”, atau “minggir”! Ancaman kepada Powell, di tengah “Perang Tarif”, memperdalam “ceruk” emas ke harga tak masuk akal.

Proyeksi dan analisa US$ 3.200-an per ons hingga akhir 2025. Telah jauh terlampaui. Terlalu dini! Hanya di kuartal pertama saja, telah melebihi US$3.500 per ons.

Lantas, mau sampai berapa hingga akhir kuartal 2025? Melihat tiga hari terakhir ini, yang “rally” naik: Rp 10.000, lalu Rp 32.000, dan Rp 65.000 diprediksi, bakal makin “menggila”.

Sejumlah analis internasional tidak menampik. Dalam beberapa minggu ke depan. Sekalipun Donald Trump tengah “mendinginkan” suhu perang dengan China. Harga logam ini, bisa menyentuh US$ 4.000 per ons.

Kalkulasi yang lebih ekstreem, lembaga pembiayaan Goldman Sach, bahkan menyebut angka US$ 4.500. Sementara JP Morgan memprediksi, harga emas yang berkode kimiawi “Aurum” (Au) ini, mentok pada US$ 4.000 per ons.

Besarnya antusiasme publik terhadap emas (Au), plus Bank Sentral. Menjadikan “demand” emas “average” sebesar 710-720 ton per kwartal 2025. Bila dijumlah, maka dalam tiga kuartal, menjadi 2.130-2.160 ton.

Inilah yang menjadikan harga emas sudah tak tertahan. Sekalipun sudah akan “didinginkan” oleh Trump. Harga bisa menjadi stagnasi, namun untuk kembali ke titik US$ 3.200, saya tidak yakin.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent mengonfirmasi. Betul, perang tarif (saling balas AS-China) akan mereda. Namun, “market” sudah terlanjur tidak nyaman dengan “pressure” Trump terhadap Ketua Federal Reserve (Bank Sentral AS), Jerome Powell.

Pasar (market) AS yang punya pengaruh besar terhadap perekonomian dunia. Tidak boleh ada gejolak atau sentimen negatif. Ancaman Trump memecat Powell (bila nggak nurut), telah menekan pasar sebesar tiga persen.

Bila Trump betul memecat Jerome Powell, maka diprediksi bakal mem-“pressure” market lebih dalam lagi.

Harga emas boleh jadi akan lebih cepat mengalami “rally” ke atas. Karena, memangkas suku bunga The Fed (seperti anjuran Trump), linear dengan mempengaruhi independensi Bank Sentral AS (ekonomi terbesar di dunia).

Perang tarif menghambat pertumbuhan dunia. Jepang yang perekonomiannya terbesar ke-3 di dunia, diprediksi hanya tumbuh 0,6 persen. Sementara AS tumbuh 1,7 persen, dan China tumbuh 4 persen (turun 0,6 persen).

Dunia, kini menuju “zaman baru”. Format ekonomi global yang telah mapan selama 80 tahun, mengalami metamorfosis. Juga di daur ulang.

Indikator emas yang “rally”, adalah satu “benchmarking”. Sebagai tolok ukur metamorfosis. Berharga US$ 2.500 per troy ounce (ons) di bulan Januari 2025. Naik US$2.750 (Pebruari).

Selanjutnya, US$ 3.000 (Maret). Dan, US$3.328 (17 April), kini per troy ounce (US$ 3.500). Bisakah meredanya  ketegangan perdagangan AS-China, menurunkan harga emas?

Donald Trump telah menimbulkan “guncangan negatif besar” terhadap ekonomi dunia. Siapkah Indonesia? * (Syam/Pra) – Foto: Istimewa

Post Views108 Views
Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpEmasGoldJerome PowellPerang DagangPerang TarifThe Fed

Related Posts

Ada Kejutan di PRJ 2026: Pembeli Motor QJMOTOR Berpeluang Jalan-Jalan ke China
Ekonomi

Ada Kejutan di PRJ 2026: Pembeli Motor QJMOTOR Berpeluang Jalan-Jalan ke China

by Wahyu
Sabtu, 13 Juni 2026
17
Memanasnya Geopolitik, JFX Dorong Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka di Indonesia
Ekonomi

Memanasnya Geopolitik, JFX Dorong Transparansi dan Penguatan Ekosistem Perdagangan Berjangka di Indonesia

by Wahyu
Jumat, 17 April 2026
14

RECOMMENDED

Geely Coolray Unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika, Harga Resmi Siap Diumumkan di GIIAS 2026

Geely Coolray Unjuk Gigi di Sirkuit Mandalika, Harga Resmi Siap Diumumkan di GIIAS 2026

28 Juli 2026
8
Siluet Misterius Chery Muncul Jelang GIIAS 2026, J6 Series Punya Saudara Baru?

Siluet Misterius Chery Muncul Jelang GIIAS 2026, J6 Series Punya Saudara Baru?

28 Juli 2026
9

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    583 shares
    Share 233 Tweet 146
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    384 shares
    Share 154 Tweet 96
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    376 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    345 shares
    Share 138 Tweet 86
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    344 shares
    Share 138 Tweet 86
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM