MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

GOTO Didepak, CPIN Turun Kelas: Ini Dampaknya ke IHSG

Pratama by Pratama
Jumat, 14 Agustus 2026
in Ekonomi
GOTO Didepak, CPIN Turun Kelas: Ini Dampaknya ke IHSG
20
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai hasil MSCI August 2026 Index Review memberikan tekanan bagi pasar saham Indonesia. Dua perubahan menjadi sorotan, yakni penghapusan GOTO dari MSCI Indonesia Investable Market Index dan penurunan CPIN dari Global Standard Index ke Global Small Cap Index.

Perubahan tersebut berpotensi memicu arus dana keluar secara teknikal. Meski demikian, dampaknya terhadap IHSG diperkirakan relatif terbatas karena tekanan lebih banyak terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung.

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan hasil review kali ini cenderung negatif bagi pasar Indonesia. Terlebih, tidak ada saham Indonesia yang ditambahkan ke Global Standard Index sehingga tidak terdapat arus dana masuk yang dapat mengimbangi potensi outflow.

“MSCI August 2026 Index Review memberikan hasil yang lebih negatif bagi pasar Indonesia. Sesuai ekspektasi kami, CPIN turun dari Global Standard ke Small Cap, sementara risiko pada GOTO terealisasi dengan penghapusan dari MSCI Indonesia Investable Market Index,” ujar Rully.

Menurut Rully, keputusan MSCI menghapus GOTO berkaitan dengan rendahnya likuiditas saham tersebut setelah bertahan di level harga minimum Rp50 sejak Mei. Kondisi ini dinilai berisiko mengganggu kemampuan investor pasif dalam mereplikasi indeks.

“MSCI secara spesifik menyebut rendahnya likuiditas akibat GOTO bertahan di harga minimum Rp50 sejak Mei sebagai penyebab potensi index replicability issues,” katanya.

Rully menjelaskan, dampak utama perubahan indeks bersifat teknikal, terutama melalui potensi passive outflow menjelang implementasi pada akhir Agustus. Namun, tekanan tersebut diperkirakan tidak terlalu besar terhadap IHSG secara keseluruhan karena arus dana keluar lebih terkonsentrasi pada saham yang mengalami perubahan indeks.

“Dampak utama bersifat teknikal, dengan potensi passive outflow menjelang implementasi akhir Agustus. Tidak adanya penambahan saham Indonesia ke Standard Index juga berarti tidak terdapat offsetting inflow, sejalan dengan pembatasan MSCI yang masih berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin menilai dampak terhadap pasar secara keseluruhan tetap terbatas. Salah satu faktornya adalah perubahan bobot Indonesia dalam indeks global yang relatif kecil.

Menurut Wilbert, bobot Indonesia di Emerging Market diperkirakan turun dari sekitar 0,49% menjadi 0,46%. Adapun potensi passive outflow diperkirakan sekitar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun pada hari efektif rebalancing setelah perdagangan 31 Agustus.

“Dalam jangka pendek mungkin ada dampak terhadap sentimen karena memang tidak ada penambahan saham dan hanya terjadi pengurangan. Namun, dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan diperkirakan minimal dan lebih terkonsentrasi pada saham yang terdampak langsung, seperti CPIN,” kata Wilbert.

Menjelang review MSCI berikutnya pada November, Wilbert menilai Indonesia perlu terus menjaga kredibilitas pasar dan memperkuat komunikasi antara regulator dengan MSCI.

Perbaikan secara bertahap pada aspek tersebut dinilai dapat membuka peluang keputusan MSCI yang lebih positif sekaligus menjadi katalis bagi masuknya kembali modal asing ke pasar saham Indonesia. * (Syam/Pra)

Post Views136 Views
Tags: BEICPINGOTOIHSGMirae AssetMSCIPasar SahamSekuritas

Related Posts

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber
Ekonomi

Penipuan Digital Menggila, Mirae Asset Gelontorkan Hampir Rp10 Miliar untuk Perkuat Benteng Siber

by Pratama
Sabtu, 10 Oktober 2026
9
Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia
Ekonomi

Utang AS Tembus US$40,2 Triliun, Investor Global Mulai Geser Dana ke Obligasi Indonesia

by Pratama
Senin, 5 Oktober 2026
12

RECOMMENDED

Gawat! IBM dan Red Hat Bongkar 400 Celah Keamanan Tersembunyi, AI Agent Bisa Bikin Serangan Makin Brutal!

Gawat! IBM dan Red Hat Bongkar 400 Celah Keamanan Tersembunyi, AI Agent Bisa Bikin Serangan Makin Brutal!

10 Oktober 2026
8
Samsung Gaspol Serbu Gamer Free Fire! Galaxy A27 5G Dihujani Bonus, dari Jersey Eksklusif hingga 720 Diamond

Samsung Gaspol Serbu Gamer Free Fire! Galaxy A27 5G Dihujani Bonus, dari Jersey Eksklusif hingga 720 Diamond

10 Oktober 2026
5

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM