Jakarta, Media-profesi.com – IHSG hari Rabu (4/1/2023) ditutup melemah 1.1% yang dipimpin oleh penurunan sektor energi dan keuangan.
“Penurunan sektor energi dipicu oleh turunnya harga minyak dan kabar China berpotensi melonggarkan larangan impor batu bara Australia,” ujar Hariyanto Wijaya CFA, CPA (Aust), CFP, CMT, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Indeks komoditas Bloomberg terus turun sebesar 1.5% menjadi 108.5. Kami terus berpikir IHSG akan mengalami volatilitas tinggi dengan tekanan sideways hingga downtrend di 1Q23.
Indeks ekuitas AS dibuka lebih tinggi tetapi tergelincir dari puncak sebelumnya dan berakhir masih di wilayah positif pada hari Rabu pasca rilis risalah pertemuan FOMC Desember, yang mengungkapkan sentimen hawkish dari pejabat Fed dan menunjukkan rencana bank sentral AS untuk mempertahankan kenaikan Fed tarif sampai data yang cukup membuktikan bahwa inflasi AS telah mereda.
Sementara itu, Presiden Fed Minneapolis mengumumkan bahwa dia mengharapkan suku bunga Fed meningkat menjadi sekitar 5.4%, melampaui konsensus sesama pembuat kebijakan sebesar 5.1%. Pada data ekonomi AS, ISM PMI manufaktur AS tergelincir lebih jauh ke wilayah kontraksi di lebih lemah dari perkiraan di 48.4 untuk Desember (vs ekspektasi konsensus 48.5 vs 49.0 di bulan November).
Di komoditas, harga minyak mentah WTI anjlok 4.9% menjadi USD73.17/barel di tengah meningkatnya kekhawatiran permintaan karena prospek ekonomi yang semakin gelap dan data yang lemah dari China. * (Syam/Pra)





