MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Eskalasi Konflik : Iran Akan Kejutkan Israel

Pratama by Pratama
Selasa, 6 Agustus 2024
in Nasional
Eskalasi Konflik : Iran Akan Kejutkan Israel
96
VIEWS

Penulis : Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – Konflik Timur Tengah pasca-Ismail Haniyeh dan Fouad Shukr (petinggi Hezbollah yang terbunuh bersamaan waktu), diprediksi akan semakin tak terkendali.

Sebagai  “kingmaker” di pusaran konflik, Iran kini tengah memainkan bidak, dengan eksistensi kelompok Houthy di Tepi Laut Merah (Yaman), dan Hezbollah di Selatan Lebanon.

Simultantif antara Houthy dan Hezbollah (Selatan Israel), akan melengkapi rencana Iran, untuk memberi “hukuman” kepada Israel, yang dituding terlibat dalam kematian Pemimpin Biro Politik Hamas di Qatar, Ismail Haniyah, dan petinggi militer Hezbollah Fouad Shukr.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony J. Blinken,  memperkirakan , eskalasi serangan paling cepat akan terjadi Senin (hari ini). Namun itu baru prediksi. Israel sendiri, sadar betul dengan risiko kematian Haniyeh dan Shukr.

Sekalipun serangan balasan akan melalui dua “proxy”, plus Hamas tadi. Iran juga pasti tengah mempertimbangkan dampak dari eskalasi ini, akan kemana?  Tentu akan dihitung betul, karena skala perangnya, jauh lebih masif, ketimbang yang lalu-lalu.

Efektifitas serangannya ke jantung Israel tentu belum tentu membuat Israel “berteriak”. Secara empirik, serangan balasan Iran 13 April lalu (terhadap Israel), sebagian besar rudal Iran dicegat oleh koalisi regional: AS, Inggris, Perancis, Israel, Yordania, Bahrain, Mesir, dan negara teluk (gulf) lainnya. Serangan itu ‘mentah’, dan tidak menimbulkan hal berarti terhadap Israel.

Sabpri Piliang - Wartawan Senior
Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Kok bisa, negara-negara Arab teluk (GCG) membangun kekuatan regional, dalam konteks serangan Iran 13 April lalu? Bukankah negara Arab dan Teluk seharusnya membela Iran?

Seperti dikatakan PM Israel Benyamin Netanyahu, saat berpidato di depan Kongres AS (24/7), Iran tidak akan mampu untuk menghancurkan Israel-AS. Kecuali, Iran dapat menguasai sahabat-sahabat AS di Timur Tengah.

Keyakinan ini, tentu ada alasan. Kekuatan regional AS-Israel-Yordania-Bahrain-Mesir, dan negara teluk lainnya, dalam menangkal serangan Iran (13 April lalu), itulah dasar statemen Netanyahu.

Benyamin Netanyahu sangat yakin, kesejahteraan dan kemakmuran negara Dewan Kerjasama Teluk (GCG), tak akan menggiring mereka ikut terlibat dalam kancah peperangan. Satu hal mendasar memberi keyakinan pada Israel, bahwa mereka “kuat”. Karena perbedan ‘aliran’ antara Arab-Teluk, dengan Iran, tidak akan memberi Iran sokongan.  Sekalipun itu menyangkut kepentingan Hamas (baca: Palestina). Faktor dukungan Iran adalah, “buah “simalakama” bagi Hamas.

Iran memang sangat dikhawatirkan oleh negara-negara Arab dan Teluk, akan mengekspor revolusinya ke jazirah Arab. Negara-negara Arab yang sebagian besar berbentuk “monarki konstitusional’, sadar betul untuk tidak memberi peluang kepada Iran, memiliki pijakan yang kuat. Di halaman depan dan belakangnya.

Runtuhnya ‘Shahansah Iran Mohammad Reza Pahlevi, oleh para Mullah pimpinan Ayatollah Ruhollah Khomeini 1978 (setelah proses panjang), menjadikan kekhawatiran akut itu.

Terlebih, setelah adidaya AS pun gagal dan mengalami kesulitan untuk mempertahankan “proxy”nya itu, walau telah membangunkan kekuatan militer Iran (baca Reza Pahlevi), sebagai kekuatan militer ke-5 terbesar di dunia.

Pidato Netanyahu di hadapan Kongres AS dua pekan lalu, yang mensitir pernyataan Khomeini, ikut “mengompori” bahaya Iran bagi negara-negara Arab dan Teluk.

Iran memiliki pijakan fundamental di “halaman” muka jazirah Arab. Dengan terbunuhnya Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh 2017, beberapa saat setelah Houthy (dukungan) Iran meruntuhkannya. Ali Abdullah Saleh sendiri tewas, setelah dikepung Houthy pasca pernyataanya siap bekerjasama dengan koalisi Arab Saudi.

Houthy Yaman yang kini menguasai mayoritas wilayah Yaman, dan hanya menyisakan sedikit yang  dikuasai pemerintah yang sah. Sangat bergantung pada Iran.

Bagi negara-negara Arab dan Teluk, keberadaan Houthy (Yaman) yang geografi-nya “sepelemparan batu” (dekat) dengan negara-negara ‘monarki’ konstitusional ini. Sangatlah berbahaya.

Membahayakan kelangsungan “trakh”, seperti berakhirnya kelangsungan “Shahansah” Reza Pahlevi, 45 tahun lalu.

Pidato Benyamin Netanyahu, dalam kunjungan ke Washington DC mengingatkan itu. “Iran pernah mengatakan akan mengekspor revolusinya ke seluruh dunia,” seperti penulis kutip dari artikel Neville Teller di “Jerusalem Post”, Senin (5 Juli 2024).

Berbagai pihak, banyak yang menganalisis, pertempuran skala besar akan terjadi dalam hitungan dua, atau tiga kali dua puluh empat jam mendatang. Iran sang “kingmaker”, tentu tidak akan melakukan pola yang sama dengan minimalnya hasil serangan 13 April lalu. Pola pembalasannya akan berbeda.

Meminjam kata Penasehat Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran (IRGC), Jenderal Hossein Taeb. “Bentuk balas dendam atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh akan mengejutkan. Dan, tak dapat diprediksi,”katanya.

Pembunuhan terhadap pemimpin kharismatis Hamas, Ismail Haniyah. Telah membawa perdamaian makin sulit. Jurang peperangan, kini menganga lebar.

Mengutip filsuf Persia, Jalaluddin Rumi (1207-1273): “Ada keberanian yang terlibat. Jika kamu ingin menjadi benar”. Siapakah yang benar? Alangkah malunya kita “menonton” peperangan ini. * (Syam/Pra) Foto : Istimewa

Post Views79 Views
Tags: GazaIranIsraelPalestinaPerang Israel PalestinaTimur Tengah

Related Posts

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas
Nasional

KENDALA PERDAMAIAN: “Gulma”, dan Perang Baru Israel-Hamas

by Syamhudi
Sabtu, 18 Oktober 2025
31
ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang
Nasional

ELEKTIKOS HAMAS: Peradilan Netanyahu, “Pasca” Perang

by Wahyu
Minggu, 12 Oktober 2025
63

RECOMMENDED

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

Hyundai Gowa Sediakan Servis Hari Minggu dan Tips Hemat BBM

18 April 2026
5
Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

Indonesia Women Fest 2026: Wadah Inspirasi Menyatukan Perempuan dari Berbagai Latar Belakang

18 April 2026
6

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM