MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 10 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Nasional

PERANG RUSIA-UKRAINA: Trump dan Putin Bermain Logika

Syamhudi by Syamhudi
Selasa, 12 November 2024
in Nasional
PERANG RUSIA-UKRAINA: Trump dan Putin Bermain Logika
22
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – Hari-hari tersulit bagi Volodymyr Zelensky. Adalah hari-hari jelang pelantikan Presiden AS terpilih, Donald Trump.

Hari-hari di mana ada kecenderungan. AS akan mengurangi bantuan militernya ke Ukraina, setelah suksesi selesai. Tersirat dalam pandangan Donald Trump, percuma meneruskan peperangan yang telah berjalan memasuki tahun ke-3. Rusia akan nekad, dan  tak mungkin bisa dikalahkan.

Trump yang akan dilantik 20 Januari 2025 mendatang telah berkomunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, agar menurunkan tensi peperangan. Putin setuju memenuhi permintaan Trump untuk mengakhiri peperangan Rusia-Ukraina, dengan syarat yang “sangat sulit”. Sulit, menyangkut dua hal fundamental. NATO dan aneksasi.

Tak ada yang merasa lebih kuat. Tak ada yang merasa lebih lemah. Putin tidak merasa diancam, dan Trump tak merasa mengancam.

Baik Trump, maupun Putin, keduanya memiliki kharisma khusus di mata publik kedua negara. Juga secara inklusif, keduanya mempunyai ‘aura’ dan ‘kegagahan’ sebagai pemimpin yang tak bisa dikalahkan.

Dari pembicaraan via telepon, seperti ada kesadaran dari Presiden terpilih AS ini, untuk mengajak Vladimir Putin menjamin stabilisasi kawasan Eropa.

Syarat-syarat yang diajukan untuk sebuah “harga” menghentikan perang, sangat sulit. Donald Trump bukanlah Joe Biden, dan Vladimir Putin bukanlah Boris Yeltsin. Untuk menyebut sosok yang mereka gantikan. Tanpa karakter spesial.

Presiden AS (saat ini), memiliki kekuatan sebagai negeri adidaya. Joe Biden, adalah Presiden dengan kekuatan berdasarkan ‘posisional’, dan mampu memberi ganjaran serta hukuman kepada negara-negara yang dianggap mengganggu kepentingan AS. Posisi Biden adalah Presiden AS.

Karena Rusia dianggap. Mengganggu kepentingan AS untuk memperluas pengaruh geopolitik-nya di negara-negara mantan Uni Soviet (baca:Rusia). Maka AS membantu Ukraina.

Keinginan Ukraina menjadi anggota Pertahanan Atlantik Utara (NATO) bagi AS adalah final. Sementara, mencegah Ukraina memasuki gerbang ‘garis merah’ (NATO) untuk Rusia, juga final. Semasa Pemerintahan Joe Biden, idiom itu terus berlaku.

Ukraina yang terletak di halaman depan Rusia, membuat negeri Beruang Merah ini  “nekad” mempertahankan peta geopolitik “in group”nya.  Tak ada tawar-menawar. Menyerahkan Ukraina menjadi anggota NATO, sama saja menyerahkan leher Rusia untuk disembelih secara perlahan.

Apalagi, sejumlah “in group” Rusia di masa sebelum “Perang Dingin” berakhir (baca: Uni Soviet 1990-an), seperti: Polandia, Bulgaria, Rumania, Republik Ceko, Slowakia, Albania, dan tiga negara Baltik ex-Uni Soviet (Estonia, Latvia, dan Luthuania), semua telah menjadi bagian dari 32 anggota NATO.

Namun tidak untuk Ukraina dan Belarus. Keduanya tidak sama dengan Bulgaria, Polandia, Hongaria, Rumania, Slowakia yang secara geografis bukan di halaman muka Rusia.  Menjadi “out group” Rusia? Silahkan! Tidak berdampak langsung terhadap Rusia.

Sulit bagi Ukraina memaksa masuk ke dalam NATO. Terlebih bila tanpa bantuan finansial dan militer AS (Barat). Ukraina yang memiliki luas 603.628 kilometer persegi, serta 33 juta penduduk ini, tak akan mampu melawan Rusia. Ukraina bukan apa-apa bagi Vladimir Putin.

Ukraina Pasti gamang. Jelang berakhirnya serah terima Pemerintahan Joe Biden kepada Donald Trump yang tersisa dua bulan lagi. Ukraina kini berpacu dengan waktu. Kebijakan Trump dan Biden menyangkut bantuan militer dan finansial ke Pemerintahan Presiden Velodymyr Zelenski, tidak akan sama.

Langgam Donald Trump dan Vladimir Putin yang tidak hanya berdasarkan kekuatan “posisional”. Namun lebih kepada kutub yang sama, kekuatan “character personal” (pribadi), menjadikan penyelesaian krisis Rusia-Ukraina, bisa berakhir positif di tangan Trump. Tentu, menjadi kerugian bagi Ukraina.

Ukraina, tak ingin ini terjadi. Karena itu, sisa transfer dan bantuan senjata senilai 6 milyar dolar AS (6 milyar USD), atau (£ 4,6 milyar) dari Pemerintahan Joe Biden (Gedung Putih) untuk Ukraina. Harus dikebut secepat mungkin.

Donald Trump bisa saja menunda transfer kepada Ukraina, dengan imbalan Rusia menghentikan serangan, dan maju ke meja perundingan.

Satu hal yang dikhawatirkan Ukraina adalah, terjadinya ketidaksepakatan antara Joe Biden dengan Donald Trump untuk terus menambah bantuan pasca-20 Januari 2025.

Logika berpikir Trump, percuma “buang-buang uang”, karena Rusia tak akan kalah. Juga tidak akan mengalah menyangkut keanggotaan NATO Ukraina.

Logika Trump, saat Rusia membiarkan secara damai negara mantan Uni Soviet: Luthuania, Latvia, Estonia, dan Moldova menjadi anggota NATO, adalah logika sederhana. Bahwa perginya mereka, bukanlah ancaman bagi geopolitik Rusia.

Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Karena itu, sebagai pengamat, saya mengatakan. Logika Trump, akan berbeda dengan logika Biden. Trump tidak akan lagi mendorong agar Ukraina masuk menjadi anggota NATO.

Trump juga tidak akan memaksa Rusia untuk mengembalikan Semenanjung Krimea yang memiliki nilai historis bagi Uni Soviet saat Perang Dingin berlangsung. Secara terburu-buru. Pembicaraan nasib Krimea, bakal berjalan “long term” dan sulit. Sementara, untuk tiga wilayah yang di-aneksasi lainnya, jauh lebih mudah.

Sepertinya perundingan penghentian peperangan untuk jangka pendek, hanya menyangkut pengembalian wilayah: Luhanks, Donetks, dan Kherson saja.

Walau klaim ketiga wilayah Ukraina yang diduduki Rusia ini (seperti halnya Krimea), tak bisa dirundingkan. Alias “harga mati” akan diduduki selamanya oleh Rusia. Saya yakin. Sikap Putin masih bisa lentur.

Donald Trump, paham betul, siapa yang dia hadapi. Vladimir Putin, juga paham siapa yang akan dia hadapi. Kesamaan karakter dan populisme keduanya, akan lebih mudah membawa penyelesaian konflik Rusia-Ukraina. * (Syam) – Foto: Istimewa

Post Views196 Views
Tags: Donald TrumpPerang Ukraina RusiaPresiden Rusia Vladimir Putin

Related Posts

Trump, Tarif, dan Gelombang Baru di Market Global
Ekonomi

Trump, Tarif, dan Gelombang Baru di Market Global

by Pratama
Senin, 23 Februari 2026
16
Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
51

RECOMMENDED

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti

Wuling Tantang Tren Modifikasi Otomotif! Mobil Listrik Disulap Jadi Lebih Gahar, Promo hingga Rp5 Juta Menanti

9 Oktober 2026
14
Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform

Perang Bisnis AI Makin Panas! Indosat Gandeng F5, Satukan 300+ Model AI dalam Satu Platform

9 Oktober 2026
14

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    605 shares
    Share 242 Tweet 151
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    407 shares
    Share 163 Tweet 102
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    400 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    370 shares
    Share 148 Tweet 93
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    367 shares
    Share 147 Tweet 92
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM