MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Senin, 14 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

PRAGMATISME INGGRIS: Instrumen “Tumpul”, Tarif Trump

Pratama by Pratama
Senin, 28 April 2025
in Ekonomi
PRAGMATISME INGGRIS: Instrumen “Tumpul”, Tarif Trump
36
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “TARIF TRUMP” memukul pertumbuhan. Mengancam pengangguran inklusif. Melahirkan prospek PHK di seluruh dunia.

Inggris sadar betul. Sejak dini, Negeri “Big Ben” ini, telah berancang-ancang memangkas biaya operasional negara sebesar 15 persen. Konsekwensinya, 10.000 PNS akan mengalami PHK.

Segala kebijakan akan didaur ulang. Pemotongan anggaran adalah pilihan sulit, tetapi tak ada pilihan. Namun Inggris, tetap berpegang pada aturan fiskal, dengan tidak menaikkan pajak terhadap rakyatnya. Rakyat tak boleh “disakiti”.

Perubahan “roadmap” dunia karena “ulah Trump”, memang tak terhindarkan. Akibat yang ditimbulkannya pun menjadi signifikan. Terutama di sisi pertumbuhan. Hampir semua negara mengoreksi pertumbuhannya. Tidak terkecuali Inggris.

Tak perlu ditutup-tutupi. Semata untuk melindungi kepentingan politik (daya tahan pemerintah). Di mana Gubernur Bank Sentral Inggris (Bank of England), Andrea Bailey mengakui “blak-blakan. Tak ada “gimmick” atau “sirkus” kata-kata.

Ekonomi Inggris menghadapi guncangan (kontraksi) pertumbuhan. Semua itu, akibat kebijakan perdagangan (trading) Donald Trump. Trump telah merubah 80 tahun regulasi yang “established”, dan mapan.

Dana moneter Internasional (IMF) sendiri (karena Trump), telah mendegradasi pertumbuhan ekonomi Inggris, sebesar 0,5 persen. Dari 1,6 persen, menjadi 1,1 persen untuk tahun fiskal 2025.

Kekhawatiran angka PHK (pengangguran) di Inggris bisa saja terjadi. Seperti yang dikhawatirkan Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves. Pemangkasan 10.000 PNS Inggris, sebagai langkah penghematan beban negara.

Tidak salah, bila produsen mobil Inggris cemas dengan tarif (normatif) sebesar 25 persen impor mobil Inggris ke AS. Itu bisa menjadi alasan Trump, “membalas” tarif yang lebih tinggi impor (dari AS ke Inggris).

PHK terhadap pekerja di industri mobil Inggris, seperti mengikuti langkah penghematan pemerintah. Bila angka 25 persen  tidak dicabut.

Selama ini (sebelum Perang Tarif Trump), AS telah mengenakan tarif dasar 10 persen (pada semua negara). Termasuk Inggris. Pemerintah Inggris nampaknya akan mendengarkan keluhan para eksportirnya, dengan memangkas angka 25 persen tadi.

“Perang Tarif” adalah “instrumen tumpul”, yang akan merugikan dan menghambat pertumbuhan. Bukan hanya Inggris, AS, Perancis, China, Indonesia. Semua akan menerima akibat buruknya.

Keir Starmer yang memenangkan kursi PM Inggris dari Partai Buruh (2024) lalu, kini di persimpangan jalan. Hubungan dagang tradisional, dan historis AS-Inggris. Kini makin pragmatis.

Menunggang dua “kuda” (AS dan Uni Eropa) saja saat ini. Tidaklah cukup! Pragmatisme Inggris, dengan  menunggangi satu “kuda” lagi (Tiongkok), sesuatu  yang logis.

Tidak ada lagi “tabu” politik, demi kepentingan ekonomi. Tujuannya, mengamankan kontraksi perekonomian Inggris, pasca “ulah Trump”. Inggris yang keluar Uni Eropa (Brexit 2016), dan resmi menarik diri dari Uni Eropa (UE) tahun 2020. Kini menghadapi realisme.

Tak ada lagi “idealisasi”, atau dramatisasi “kedekatan” eksklusif Inggris-AS. Setelah Trump lagi tak mendengarkan suara perkawanan Inggris (bidang perdagangan). *(Syam/Pra) – Foto: Istimewa

Post Views164 Views
Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpInggrisPerang DagangPerang TarifUni Eropa

Related Posts

Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham
Ekonomi

Eropa Dilanda Gelombang Panas 40°C, Ini Dampaknya ke Harga Minyak, Emas, dan Pasar Saham

by admin
Sabtu, 4 Juli 2026
22
Ada Kejutan di PRJ 2026: Pembeli Motor QJMOTOR Berpeluang Jalan-Jalan ke China
Ekonomi

Ada Kejutan di PRJ 2026: Pembeli Motor QJMOTOR Berpeluang Jalan-Jalan ke China

by Wahyu
Sabtu, 13 Juni 2026
17

RECOMMENDED

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

Waspada Keuangan Ilegal! FIFGROUP Bersama Astra Financial Perkuat Literasi hingga ke Guru dan Pelajar

14 September 2026
23
Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

Merasa Sehat Belum Tentu Aman, Hipertensi Diam-Diam Bisa Berujung Stroke

14 September 2026
16

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    599 shares
    Share 240 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    362 shares
    Share 145 Tweet 91
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM