MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

PRAGMATISME INGGRIS: Instrumen “Tumpul”, Tarif Trump

Pratama by Pratama
Senin, 28 April 2025
in Ekonomi
PRAGMATISME INGGRIS: Instrumen “Tumpul”, Tarif Trump
32
VIEWS

Penulis: Sabpri Piliang – Wartawan Senior

Jakarta, Media-profesi.com – “TARIF TRUMP” memukul pertumbuhan. Mengancam pengangguran inklusif. Melahirkan prospek PHK di seluruh dunia.

Inggris sadar betul. Sejak dini, Negeri “Big Ben” ini, telah berancang-ancang memangkas biaya operasional negara sebesar 15 persen. Konsekwensinya, 10.000 PNS akan mengalami PHK.

Segala kebijakan akan didaur ulang. Pemotongan anggaran adalah pilihan sulit, tetapi tak ada pilihan. Namun Inggris, tetap berpegang pada aturan fiskal, dengan tidak menaikkan pajak terhadap rakyatnya. Rakyat tak boleh “disakiti”.

Perubahan “roadmap” dunia karena “ulah Trump”, memang tak terhindarkan. Akibat yang ditimbulkannya pun menjadi signifikan. Terutama di sisi pertumbuhan. Hampir semua negara mengoreksi pertumbuhannya. Tidak terkecuali Inggris.

Tak perlu ditutup-tutupi. Semata untuk melindungi kepentingan politik (daya tahan pemerintah). Di mana Gubernur Bank Sentral Inggris (Bank of England), Andrea Bailey mengakui “blak-blakan. Tak ada “gimmick” atau “sirkus” kata-kata.

Ekonomi Inggris menghadapi guncangan (kontraksi) pertumbuhan. Semua itu, akibat kebijakan perdagangan (trading) Donald Trump. Trump telah merubah 80 tahun regulasi yang “established”, dan mapan.

Dana moneter Internasional (IMF) sendiri (karena Trump), telah mendegradasi pertumbuhan ekonomi Inggris, sebesar 0,5 persen. Dari 1,6 persen, menjadi 1,1 persen untuk tahun fiskal 2025.

Kekhawatiran angka PHK (pengangguran) di Inggris bisa saja terjadi. Seperti yang dikhawatirkan Menteri Keuangan Inggris, Rachel Reeves. Pemangkasan 10.000 PNS Inggris, sebagai langkah penghematan beban negara.

Tidak salah, bila produsen mobil Inggris cemas dengan tarif (normatif) sebesar 25 persen impor mobil Inggris ke AS. Itu bisa menjadi alasan Trump, “membalas” tarif yang lebih tinggi impor (dari AS ke Inggris).

PHK terhadap pekerja di industri mobil Inggris, seperti mengikuti langkah penghematan pemerintah. Bila angka 25 persen  tidak dicabut.

Selama ini (sebelum Perang Tarif Trump), AS telah mengenakan tarif dasar 10 persen (pada semua negara). Termasuk Inggris. Pemerintah Inggris nampaknya akan mendengarkan keluhan para eksportirnya, dengan memangkas angka 25 persen tadi.

“Perang Tarif” adalah “instrumen tumpul”, yang akan merugikan dan menghambat pertumbuhan. Bukan hanya Inggris, AS, Perancis, China, Indonesia. Semua akan menerima akibat buruknya.

Keir Starmer yang memenangkan kursi PM Inggris dari Partai Buruh (2024) lalu, kini di persimpangan jalan. Hubungan dagang tradisional, dan historis AS-Inggris. Kini makin pragmatis.

Menunggang dua “kuda” (AS dan Uni Eropa) saja saat ini. Tidaklah cukup! Pragmatisme Inggris, dengan  menunggangi satu “kuda” lagi (Tiongkok), sesuatu  yang logis.

Tidak ada lagi “tabu” politik, demi kepentingan ekonomi. Tujuannya, mengamankan kontraksi perekonomian Inggris, pasca “ulah Trump”. Inggris yang keluar Uni Eropa (Brexit 2016), dan resmi menarik diri dari Uni Eropa (UE) tahun 2020. Kini menghadapi realisme.

Tak ada lagi “idealisasi”, atau dramatisasi “kedekatan” eksklusif Inggris-AS. Setelah Trump lagi tak mendengarkan suara perkawanan Inggris (bidang perdagangan). *(Syam/Pra) – Foto: Istimewa

Post Views100 Views
Tags: Amerika SerikatChinaDonald TrumpInggrisPerang DagangPerang TarifUni Eropa

Related Posts

Trump, Tarif, dan Gelombang Baru di Market Global
Ekonomi

Trump, Tarif, dan Gelombang Baru di Market Global

by Pratama
Senin, 23 Februari 2026
13
Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah
Nasional

Trump, Tarif 19 Persen, dan Puasa yang Menahan Amarah

by Pratama
Minggu, 22 Februari 2026
48

RECOMMENDED

Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

Daewoong Hadirkan Obat Inovatif P-CAB ‘Fexuprazan’, Resmi Dapat Persetujuan BPOM di Indonesia

19 April 2026
6
Peningkatan Fitur Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G untuk Menunjang Gaya Hidup Anak Muda Indonesia

Peningkatan Fitur Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G untuk Menunjang Gaya Hidup Anak Muda Indonesia

19 April 2026
10

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    569 shares
    Share 228 Tweet 142
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    366 shares
    Share 146 Tweet 92
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    359 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    324 shares
    Share 130 Tweet 81
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM