Jakarta, Mediaprofesi.id – Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif terutama karena meningkatnya ketidakpastian kebijakan dan keprihatinan terhadap tata kelola pemerintahan, bukan karena fundamental makroekonomi yang tiba-tiba memburuk.
“Moody’s menilai bahwa prediktabilitas dalam perumusan kebijakan fiskal dan moneter Indonesia dalam setahun terakhir mengalami penurunan ,” ujar Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset dalam siaran persnya kepada redaksi Mediaprofesi.id pagi ini, Jumat (6/2) di Jakarta.
Lebih lanjut Rully menjelaskan alasan penurunan tersebut, dimana lembaga pemeringkat juga menyoroti melemahnya indikator tata kelola pemerintahan (governance), termasuk efektivitas pemerintah dan kualitas regulasi.
Kondisi ini diperburuk oleh komunikasi kebijakan yang dinilai kurang efektif, sehingga menimbulkan risiko bagi kredibilitas Indonesia di mata investor dan memicu volatilitas di pasar saham dan valas.
“Potensi dampak utama ke pasar Indonesia adalah kenaikan risk premium lintas aset, dengan tekanan terutama pada SBN tenor panjang, saham BUMN/bank besar, serta sentimen terhadap rupiah dan arus modal asing,” tutupnya. * (Syam)





