Jakarta, Mediaprofesi.id – BAIC Indonesia resmi memasuki era kendaraan listrik murni di Tanah Air. PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) selaku Agen Pemegang Merek BAIC meluncurkan BAIC T1, Battery Electric Vehicle (BEV) pertama mereka di Indonesia.
Kehadiran model ini menjadi tonggak awal strategi New Energy Vehicle (NEV) BAIC sekaligus menargetkan penjualan 1.000 unit hingga akhir 2026 dengan sasaran menguasai 16% pangsa pasar segmen premium hatchback crossover EV.
Optimisme tersebut didukung performa penjualan BAIC yang terus meningkat. Sepanjang Semester I 2026, BAIC Indonesia mencatat penjualan wholesales sebanyak 382 unit atau tumbuh 91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kontributor terbesar berasal dari BAIC BJ30 dengan penjualan 214 unit atau sekitar 56% dari total penjualan. Disusul BAIC BJ40 Plus sebanyak 119 unit dan BAIC X55 II sebanyak 49 unit. Hasil ini menunjukkan semakin kuatnya penerimaan konsumen terhadap jajaran SUV BAIC di Indonesia.
Dengan fondasi produk bermesin konvensional (ICE) dan Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang semakin kuat, BAIC optimistis BAIC T1 akan memperluas basis pelanggan sekaligus mempercepat pertumbuhan perusahaan di segmen kendaraan listrik.
Data industri juga menunjukkan prospek pasar yang menjanjikan. Dalam periode 2021–2025, penjualan kendaraan New Energy Vehicle di Indonesia terus meningkat, dengan pertumbuhan Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebesar 59%, Battery Electric Vehicle (BEV) 78%, dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) melonjak hingga 342%.
Chief Operating Officer PT JIO Distribusi Indonesia, Dhani Yahya, mengatakan peluncuran BAIC T1 bukan sekadar menghadirkan mobil listrik baru, tetapi menjadi fondasi jangka panjang BAIC dalam membangun portofolio kendaraan elektrifikasi yang lengkap di Indonesia.

Menurutnya, BAIC kini telah memiliki lini kendaraan ICE, HEV, dan BEV. Ke depan perusahaan juga akan menghadirkan model SUV, sedan hingga MPV dengan teknologi PHEV maupun Range Extended Electric Vehicle (REEV).
Sebagai tahap awal, BAIC T1 dipasarkan dalam bentuk Completely Built-Up (CBU) dengan harga yang diklaim kompetitif. Selanjutnya BAIC menargetkan tingkat kandungan lokal (TKDN) atau CKD mencapai 60% pada 2027 sebagai bagian dari komitmen pengembangan industri otomotif nasional.
Sejak beroperasi pada 2024, BAIC Indonesia juga terus memperluas jaringan penjualannya. Saat ini BAIC telah memiliki 16 dealer resmi dan menargetkan penambahan enam dealer baru di wilayah Jabodetabek sehingga total menjadi 22 dealer hingga akhir 2026.
Selain memperluas jaringan, BAIC terus meningkatkan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, kompetensi teknisi, serta pengalaman kepemilikan kendaraan bagi konsumennya.
Menjelang debut publik di GIIAS 2026, BAIC membuka program pre-booking BAIC T1 pada 9–30 Juli 2026. Konsumen yang melakukan pemesanan berkesempatan memperoleh berbagai keuntungan, mulai dari bunga spesial 1,68% melalui MTF, booking fee Rp5 juta yang dapat dikembalikan 100%, gratis portable charger, dash cam, hingga kesempatan mengikuti undian berhadiah satu unit mobil gratis. Seluruh promo berlaku sesuai syarat dan ketentuan yang ditetapkan. * (Syam)





