Jakarta, Mediaprofesi.id – Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi tulang punggung transformasi digital di banyak perusahaan. Namun, di balik pesatnya adopsi AI, ancaman keamanan juga ikut berkembang.
Menjawab tantangan tersebut, F5 (NASDAQ: FFIV) meluncurkan F5 AI Security Platform, solusi yang dirancang untuk membantu perusahaan mengawasi, mengelola, sekaligus melindungi seluruh ekosistem AI, mulai dari aplikasi, model, AI agent, hingga API.
Bersamaan dengan peluncuran platform tersebut, F5 juga mengumumkan akuisisi SurePath AI, perusahaan yang dikenal sebagai pelopor teknologi network-based AI discovery, pendeteksian shadow AI, dan klasifikasi aktivitas AI. Kehadiran SurePath AI memperkuat kemampuan F5 dalam mengamankan implementasi AI di lingkungan enterprise.
Platform ini menggunakan pendekatan adaptive loop yang memungkinkan proses penemuan, pengujian, hingga perlindungan sistem AI dilakukan secara berkelanjutan. Solusi tersebut juga dirancang fleksibel sehingga dapat diterapkan di berbagai infrastruktur, mulai dari on-premises, air-gapped, private cloud, hybrid cloud, hingga public cloud.
Menurut Chief Product Officer F5, Kunal Anand, sistem AI modern memiliki tingkat akses dan otonomi yang jauh lebih tinggi dibandingkan pengguna biasa. Karena itu, ancaman seperti prompt injection, kebocoran data, hingga AI agent yang bertindak di luar kewenangannya dapat memicu gangguan operasional sekaligus merusak kepercayaan pelanggan.

“F5 AI Security Platform memberikan kendali menyeluruh bagi para CISO dan tim keamanan untuk mengawasi setiap model, AI agent, dan API di mana pun AI dijalankan,” ujarnya.
Masalah lain yang semakin mengkhawatirkan adalah munculnya shadow AI, yaitu penggunaan aplikasi atau layanan AI tanpa persetujuan perusahaan. Berdasarkan 2026 State of Application Strategy Report dari F5, sebanyak 88% organisasi mengaku menghadapi tantangan operasional maupun keamanan yang berkaitan dengan AI.
Melalui integrasi SurePath AI, platform baru ini mampu mendeteksi penggunaan AI yang tidak terpantau tanpa harus mengubah arsitektur aplikasi yang sudah ada. Tim keamanan dapat mengetahui aktivitas AI, memahami tujuan penggunaannya, hingga mengidentifikasi potensi risiko sebelum berkembang menjadi ancaman serius.
F5 AI Security Platform menghadirkan lima kemampuan utama, yaitu AI Governance untuk menerapkan kebijakan keamanan, AI Discovery guna memantau seluruh aktivitas AI, AI Security Testing dengan lebih dari 140.000 pola serangan, AI Runtime Protection yang mampu memblokir berbagai ancaman seperti prompt injection dan kebocoran data dengan efektivitas hingga 98,2%, serta AI Observability yang menyediakan jejak audit lengkap pada setiap aktivitas AI.
F5 juga menekankan pentingnya fleksibilitas deployment agar perusahaan tetap memenuhi kebutuhan data residency dan regulasi di berbagai sektor industri.
Urgensi perlindungan AI semakin meningkat seiring pesatnya adopsi AI agent. Data SOAS Report 2026 menunjukkan 98% organisasi kini tengah bersiap memasuki era agentic AI. Namun, laju adopsinya dinilai jauh lebih cepat dibanding kesiapan sistem keamanan yang mengawasinya. Tanpa kontrol yang memadai, satu kesalahan konfigurasi atau celah keamanan dapat berkembang menjadi risiko yang jauh lebih besar bagi perusahaan. * (Syam/Wah)





