Jakarta, Mediaprofesi.id – Ancaman bencana yang semakin kompleks membutuhkan kesiapsiagaan yang tak hanya mengandalkan sumber daya manusia, tetapi juga teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Semangat inilah yang terlihat dalam penyelenggaraan Emergency Disaster Reduction & Rescue Expo (EDRR) Indonesia 2026 di Hall D, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 12-14 Agustus 2026.
Pameran B2B internasional ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, sektor pertahanan, hingga organisasi kemanusiaan untuk memperkuat sistem pencegahan, tanggap darurat, dan penyelamatan di Indonesia.
EDRR Indonesia 2026 resmi dibuka pada 12 Agustus oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Pembukaan turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Kesehatan, BASARNAS, BMKG, BNPB, TNI, Polri, serta perwakilan industri dan mitra internasional.
Lebih dari 80 perusahaan dalam dan luar negeri ambil bagian dengan menghadirkan beragam inovasi di bidang mitigasi dan penanggulangan bencana. Selama tiga hari penyelenggaraan, pameran ini juga berhasil menarik 7.578 trade visitor dari berbagai sektor.
Project Director Seven Event, Sri Vista Limbong, mengatakan EDRR Indonesia 2026 bukan sekadar ajang memamerkan teknologi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pihak dan membangun kolaborasi nyata.
“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya menjadi wadah untuk memamerkan inovasi dan teknologi terkini, tetapi juga hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang inklusif,” ujar Vista.

Hadirkan Teknologi Penyelamatan Terkini
Beragam program strategis turut digelar selama pameran, mulai dari konferensi keselamatan, forum kesiapsiagaan dan peringatan dini, forum pemadam kebakaran, keselamatan industri, sinergi darurat maritim, hingga pelatihan dan simulasi manajemen bencana.
Program Business Matching juga mencatat hasil positif dengan memfasilitasi 140 pertemuan bisnis dan membuka berbagai peluang kerja sama baru. Forum ini mempertemukan penyedia teknologi, produsen peralatan keselamatan, pemerintah, dan pelaku industri untuk mendorong investasi serta transfer teknologi kebencanaan.
Dari sisi teknologi, EDRR Indonesia 2026 menghadirkan berbagai solusi yang semakin futuristis. Pengunjung dapat melihat robot penyelamat berbasis kecerdasan buatan, sistem pemetaan bencana 3D, kendaraan medis darurat, komunikasi satelit dan darurat, hingga perlengkapan proteksi diri dan evakuasi.
Sejumlah perusahaan yang berpartisipasi antara lain PT Ambulance Pintar Indonesia, Delima Mandiri, Fuso, Wuling, Farizon, PT Pundarika Atma Semesta, Deep Robotics, Unitree, Genisom AI, Roboticplus.AI, Hytera Communications, PT Dahua Vision Technology Indonesia, Gotion Hi-Tech, VdS Schadenverhuetung GmbH, Lamilab Inc, dan Aetosky PTE LTD.
EDRR Indonesia 2026 diselenggarakan PT Amara Tujuh Perjuangan bersama Council for the Promotion of Shanghai International Trade, Shanghai International Exhibition (Group) Co., Ltd., dan Comexposium.
Penyelenggaraan ini mendapat dukungan dari berbagai kementerian, lembaga pemerintah, TNI, Polri, BNPB, BASARNAS, BMKG, BRIN, perguruan tinggi, hingga organisasi kemanusiaan nasional dan internasional.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membangun sistem manajemen bencana Indonesia yang semakin tangguh, terintegrasi, dan adaptif terhadap berbagai ancaman. * (Syam/Wah)





