MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 12 September 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Sabtu, 12 September 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Teknologi

Data Center hingga Baterai: Infrastruktur Indonesia Dipaksa Siap Hadapi Ledakan Teknologi

Pratama by Pratama
Jumat, 4 September 2026
in Teknologi
Data Center hingga Baterai: Infrastruktur Indonesia Dipaksa Siap Hadapi Ledakan Teknologi
23
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – Teknologi bergerak jauh lebih cepat daripada sebelumnya. Ledakan komputasi, cloud, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik hingga energi terbarukan kini memunculkan satu pertanyaan besar: apakah infrastruktur Indonesia siap mengimbangi perubahan tersebut?

Tantangan itu menjadi sorotan dalam Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series – Energy Week 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 2–5 September 2026. Melalui Electric & Power Indonesia, Data Center Asia–Indonesia, dan The Battery Show Indonesia, pelaku industri membahas kebutuhan baru terhadap infrastruktur yang bukan hanya kuat, tetapi juga fleksibel dan siap berkembang.

Data Center Harus Siap Tumbuh

Industri data center menjadi salah satu sektor yang mengalami perubahan paling cepat. Perwakilan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut Indonesia kini memiliki 246 data center yang tersebar di 134 lokasi.

Namun, membangun data center tak lagi sekadar menambah kapasitas. Tantangan berikutnya adalah memastikan fasilitas mampu berkembang tanpa harus membangun ulang infrastruktur dari awal.

Digital Solutions Director for South East Asia Prysmian Group, Tandi Suriani, mengatakan konsep scalable dan modular harus dipikirkan sejak tahap desain.

“Data center hari ini harus dibangun dengan mempertimbangkan pertumbuhan di masa depan. Dengan kebutuhan konektivitas yang terus meningkat, termasuk peralihan dari kecepatan 400 menuju 800 GBPS, fiber backbone harus dirancang agar tetap dapat dikembangkan tanpa diganti secara menyeluruh,” ujarnya.

Artinya, kesiapan teknologi bukan hanya soal kapasitas besar, melainkan seberapa fleksibel infrastruktur menghadapi lonjakan kebutuhan di masa depan.

Listrik Makin Menjadi Critical Business

Pertumbuhan teknologi juga membuat kebutuhan terhadap energi semakin besar. Semakin banyak aktivitas industri bergantung pada listrik, semakin penting pula menjaga pasokan tetap stabil dan berkelanjutan.

Presiden Direktur Wirawan Corporation, Michael Hardinata, menilai sektor energi akan selalu menjadi bisnis yang krusial.

Ia mencontohkan saat pandemi Covid-19, ketika banyak aktivitas berhenti, kebutuhan listrik di rumah sakit justru tidak boleh terputus.

“Energi itu sesuatu yang mutlak. Rumah sakit membutuhkan pasokan listrik yang terus meningkat. Ini membuktikan sektor kelistrikan akan tetap hidup dan menjadi critical business,” katanya.

Hal serupa dirasakan sektor manufaktur. Budi Tedja dari Delta Prima Makmur menilai industri kini membutuhkan sistem energi yang mampu bekerja secara kontinu, memanfaatkan energi alternatif, sekaligus menekan downtime.

Baterai Tak Boleh Berakhir Menjadi Limbah

Di sisi lain, pertumbuhan kendaraan listrik dan energi terbarukan membuat teknologi baterai semakin strategis. Namun, persoalan baru muncul ketika baterai memasuki akhir masa pakainya.

Prof. Dr. rer. nat Evvy Kartini menilai Indonesia masih perlu memperkuat sistem untuk mengukur usia, tingkat penuaan, hingga kualitas baterai secara komprehensif. Pengembangan special tools dan Extended Producer Responsibility (EPR) menjadi pekerjaan rumah penting bagi industri nasional.

Tantangan ini semakin mendesak karena limbah baterai kendaraan listrik diperkirakan mencapai 57 ribu ton pada 2030 dan melonjak menjadi 322 ribu ton pada 2035.

Di tengah ancaman tersebut, baterai bekas juga membuka peluang ekonomi melalui alih fungsi (repurposing) dan daur ulang (recycling).

Energy Solution Director Huawei, Simon Wan, menambahkan pertumbuhan energi terbarukan juga mengubah cara sistem energi dikelola.

“Sistem tenaga menjadi semakin lokal, fleksibel, dan kompleks. Kita membutuhkan sistem energi yang lebih cerdas dan mampu mengelola berbagai sumber daya secara bersama-sama,” ujarnya.

Pada akhirnya, transformasi teknologi tidak hanya ditentukan oleh inovasi yang lahir setiap hari. Data center membutuhkan sistem yang scalable, listrik harus tetap andal, sementara baterai perlu dikelola sepanjang siklus hidupnya.

IEE Series – Energy Week 2026 yang masih berlangsung hingga 5 September di JIExpo Kemayoran menjadi ruang bagi pelaku industri untuk mencari jawaban atas tantangan tersebut: bagaimana membangun infrastruktur Indonesia yang tidak hanya siap hari ini, tetapi juga mampu mengejar teknologi masa depan. * (Syam/Pra)

Post Views60 Views
Tags: BateraiData CenterEnergy Week 2026IEE Series 2026Infrastruktur

Related Posts

Sustainability Masuk Tambang: Efisiensi Biaya Kini Jadi Senjata Baru Industri Alat Berat
Ekonomi

Sustainability Masuk Tambang: Efisiensi Biaya Kini Jadi Senjata Baru Industri Alat Berat

by Wahyu
Kamis, 10 September 2026
16
Truk China Mulai Bidik Tambang Indonesia, Mercedes-Benz Siapkan Senjata Baru
Ekonomi

Truk China Mulai Bidik Tambang Indonesia, Mercedes-Benz Siapkan Senjata Baru

by Syamhudi
Kamis, 10 September 2026
17

RECOMMENDED

Wisatawan Balik Lagi dan Lagi, Jakarta hingga Lombok Jadi Destinasi Favorit

Wisatawan Balik Lagi dan Lagi, Jakarta hingga Lombok Jadi Destinasi Favorit

11 September 2026
14
Bali Makin Sulit Ditinggalkan, Masuk 3 Besar Destinasi Paling Sering Dikunjungi Ulang di Asia

Bali Makin Sulit Ditinggalkan, Masuk 3 Besar Destinasi Paling Sering Dikunjungi Ulang di Asia

11 September 2026
13

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    598 shares
    Share 239 Tweet 150
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    399 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    361 shares
    Share 144 Tweet 90
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    358 shares
    Share 143 Tweet 90
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM