MediaProfesi.id
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Sosialita
  • Gaya Hidup
  • Video
Rabu, 28 Oktober 2026
No Result
View All Result
MediaProfesi.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Pendapatan UT Turun 15%, Bisnis Emas dan Batu Bara Jadi Tekanan Utama

Pratama by Pratama
Selasa, 8 September 2026
in Ekonomi
Pendapatan UT Turun 15%, Bisnis Emas dan Batu Bara Jadi Tekanan Utama
18
VIEWS

Jakarta, Mediaprofesi.id – PT United Tractors Tbk (UT) memaparkan perkembangan bisnis dan kinerja terbarunya dalam rangkaian Public Expose Live 2026 yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam paparan tersebut, UT mengungkap kinerja keuangan semester pertama 2026, perkembangan operasional hingga Juli 2026, strategi pengembangan bisnis, hingga berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan.

Public Expose tersebut dihadiri langsung oleh Presiden Direktur UT Iwan Hadiantoro bersama jajaran direksi dan manajemen Perseroan.

Secara bisnis, UT terus mengandalkan dua pilar utama, yakni Solusi Pertambangan dan Alat Berat. Bisnis pertambangan mencakup kontraktor tambang, batu bara termal dan metalurgi, hingga emas dan mineral lainnya. Sementara bisnis alat berat didukung distribusi berbagai merek seperti Komatsu, Scania, UD Trucks, BOMAG, dan Tadano, beserta layanan purna jual.

Pendapatan Turun 15%, Laba Terpangkas 48%

Sepanjang semester pertama 2026, UT membukukan pendapatan bersih sebesar Rp58,3 triliun atau turun 15% dibandingkan Rp68,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama dipicu melemahnya penjualan emas PT Agincourt Resources serta tekanan pada segmen alat berat dan pertambangan batu bara. Kondisi ini berkaitan dengan alokasi RKAB batu bara nasional 2026 yang lebih rendah.

Meski demikian, bisnis kontraktor pertambangan masih mencatat pertumbuhan pendapatan yang didorong penguatan kurs dolar AS.

Laba bersih UT di luar non-recurring items tercatat sebesar Rp4,3 triliun, turun 48%. Salah satu faktor utama adalah penurunan penjualan emas dari Tambang Emas Martabe yang sempat menghentikan operasional. Tambang tersebut kemudian kembali beroperasi pada kuartal kedua 2026.

Selain itu, UT mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terutama terkait penurunan nilai Supreme Geothermal Energy dan pembayaran terkait kegiatan sebelumnya di kawasan hutan Tambang Nikel Stargate.

Per 30 Juni 2026, UT mencatat utang bersih Rp9,4 triliun dengan rasio gearing 8,5%. Perubahan posisi tersebut antara lain dipengaruhi akuisisi perusahaan tambang emas serta program pembelian kembali saham.

Penjualan Komatsu Ikut Tertekan

Hingga Juli 2026, penjualan alat berat Komatsu turun 23% menjadi 2.393 unit. Penurunan terbesar terjadi pada penjualan big machine sektor pertambangan yang merosot 49% menjadi 405 unit.

Total pendapatan segmen alat berat pada semester pertama 2026 juga turun 28% menjadi Rp15 triliun. Namun, pendapatan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan masih tumbuh tipis 1% menjadi Rp5,5 triliun.

Kontraktor Tambang Masih Bertahan

Di bisnis kontraktor pertambangan, PAMA dan KPP Mining mencatat volume pemindahan tanah sebesar 573 juta bcm hingga Juli 2026, turun 10%.

Produksi batu bara untuk klien juga turun 3% menjadi 80 juta ton, sejalan dengan penyesuaian target produksi akibat RKAB yang telah disetujui.

Namun, pendapatan segmen Kontraktor Pertambangan justru naik 4% menjadi Rp27,2 triliun pada semester pertama 2026, terutama berkat penguatan kurs dolar AS.

UT juga terus memperluas ekspansi PAMA dan KPP Mining ke sektor emas dan nikel sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis jangka panjang.

Batu Bara dan Emas Masih Menjadi Tantangan

Turangga Resources mencatat penjualan batu bara sebesar 6,5 juta ton hingga Juli 2026, termasuk 1,8 juta ton batu bara metalurgi. Angka tersebut turun 18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan segmen pertambangan emas dan mineral lainnya merosot 66% menjadi Rp2,4 triliun akibat penjualan emas yang anjlok 82%.

Di sisi lain, UT terus memperkuat portofolio emas. Pada 11 Februari 2026, Perseroan menyelesaikan akuisisi 100% saham PT Arafura Surya Alam, perusahaan pertambangan emas di Sulawesi Utara.

UT juga melanjutkan program pembelian kembali saham. Setelah menyelesaikan buyback 35,5 juta saham pada Juni 2026, Perseroan kembali menyiapkan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun hingga 30 September 2026.

Secara akumulatif sejak Juli 2022 hingga Juni 2026, UT telah membeli kembali sekitar 239 juta saham dengan total nilai Rp7,1 triliun.

Langkah tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang UT, sekaligus kemampuan Perseroan menjaga arus kas berkelanjutan di tengah tekanan bisnis alat berat, batu bara, dan emas. * (Syam/Pra)

Post Views168 Views
Tags: laba bersihpaparan publikPendapatanRUPSUnited Tractors

Related Posts

Permata Bank Gaspol Salurkan Kredit Rp172,9 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp2,6 Triliun, Modal Makin Kokoh
Ekonomi

Permata Bank Gaspol Salurkan Kredit Rp172,9 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp2,6 Triliun, Modal Makin Kokoh

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
3
United Tractors Bawa Talenta Indonesia ke Panggung Dunia, Tegar Eka Adu Keahlian Alat Berat di Shanghai
Sosialita

United Tractors Bawa Talenta Indonesia ke Panggung Dunia, Tegar Eka Adu Keahlian Alat Berat di Shanghai

by Pratama
Rabu, 28 Oktober 2026
11

RECOMMENDED

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi

Cloudera dan NVIDIA Gaspol Kuasai Pasar AI, Solusi Baru Diburu untuk Pangkas Jarak dari Uji Coba ke Produksi

28 Oktober 2026
4
Permata Bank Gaspol Salurkan Kredit Rp172,9 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp2,6 Triliun, Modal Makin Kokoh

Permata Bank Gaspol Salurkan Kredit Rp172,9 Triliun, Laba Bersih Tembus Rp2,6 Triliun, Modal Makin Kokoh

28 Oktober 2026
3

MOST VIEWED

  • Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    Biaya Haji Musim 2023 Diusulkan Naik Menjadi Rp69 Juta per Jemaah Haji, Ini Alasan Menag

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Dokter Phedy Memiliki Keahlian Menangani Berbagai Masalah Tulang Belakang

    411 shares
    Share 164 Tweet 103
  • Mengawali Tahun 2023, Sharp Luncurkan LED TV Aquos IIOTO Series Terbaru

    404 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Dable Terbitkan ‘Digital Media Landscape 2021’, Termasuk TOP 30 Media di Indonesia

    374 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Kementerian Agama Buka Seleksi Petugas Haji 2023, Syarat Utama Wajib Penguasaan IT

    371 shares
    Share 148 Tweet 93
MediaProfesi.id

MediaProfesi menyediakan berita aktual

CATEGORY

  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Nasional
  • Profil
  • Sosialita
  • Teknologi
  • Contact
  • Media Partner

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM

No Result
View All Result
  • Fokus Utama
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Profil
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Sosialita

Copyright © 2025 MediaProfesi.id - Design & Developed by XUANTUM