Jakarta, Mediaprofesi.id – Persaingan bisnis bus tak hanya soal tenaga mesin dan kenyamanan penumpang. Kebutuhan listrik untuk dispenser, port USB hingga perangkat hiburan juga semakin besar. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) meningkatkan kapasitas baterai seluruh lini Hino Big Bus dari 2 x 120 Ah menjadi 2 x 150 Ah.
Pembaruan ini mencakup tiga model andalan, yakni Hino RK 280, Hino RM 280, dan Hino AK 240. Dengan kapasitas baterai yang meningkat 25%, Hino ingin memperkuat dukungan kelistrikan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan operasional bus yang terus berkembang.
Implementasi dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal produksi masing-masing model pada September hingga Oktober 2026. Kapasitas yang lebih besar diharapkan mendukung keandalan sistem kelistrikan sekaligus membantu berbagai perangkat di dalam bus beroperasi secara optimal.
“Kami memahami bahwa kebutuhan operasional bus terus mengalami perubahan, termasuk meningkatnya penggunaan berbagai perangkat kelistrikan untuk menunjang kenyamanan dan pengalaman perjalanan penumpang,” ujar Tri Hariyanto, Market Development Division Head HMSI.
Menurutnya, peningkatan ini merupakan bagian dari upaya Hino menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan operator, baik untuk layanan pariwisata maupun transportasi antarkota dan antarprovinsi.
Tiga Big Bus, Beda Karakter

Hino menawarkan tiga pilihan Big Bus dengan karakteristik berbeda untuk memenuhi kebutuhan pengusaha otobus.
Hino RK 280 dan RM 280 sama-sama mengandalkan mesin diesel J08E-WD berkapasitas 7.684 cc, dengan tenaga maksimum 280 PS dan torsi 84 kgm. Keduanya menggunakan teknologi Variable Nozzle Turbocharger (VNT), intercooler, dan Common Rail untuk mendukung performa serta efisiensi bahan bakar.
RK 280 hadir sebagai bus bermesin belakang dengan bobot kotor kendaraan (GVW) 15,5 ton. Model ini memakai transmisi enam percepatan, rem full air dengan pilihan Anti-lock Braking System (ABS), serta exhaust brake untuk membantu pengendalian kendaraan.
Sementara itu, RM 280 memiliki GVW 16 ton dan transmisi tujuh percepatan. Model ini juga menawarkan rangka space frame dan suspensi udara (air suspension), yang menunjang kenyamanan perjalanan jarak jauh. Karakter tersebut membuat RM 280 cocok dipertimbangkan untuk layanan antarkota maupun pariwisata premium.
Bagi operator dengan kebutuhan berbeda, Hino AK 240 menawarkan mesin depan J08E-WF berkapasitas 7.684 cc. Mesin ini menghasilkan tenaga 240 PS dan torsi 73 kgm, dipadukan dengan transmisi enam percepatan, rem full air dual circuit, serta exhaust brake. Dengan GVW 15 ton, model ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan rute dan konfigurasi karoseri.
Pangsa Pasar 65%, Hino Perkuat Posisi
Pembaruan produk ini mempertegas upaya Hino menjaga relevansi kendaraannya di tengah kebutuhan transportasi penumpang yang semakin beragam. Operator dapat memilih model berdasarkan karakter layanan, rute, dan kebutuhan bisnis masing-masing.
Hino juga mengklaim posisinya sebagai pemimpin pasar bus di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 65% pada September 2026. Capaian tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk mempertahankan kepercayaan operator melalui pengembangan produk dan layanan yang mengikuti kebutuhan industri transportasi nasional. * (Syam/Pra)





