Jakarta, Mediaprofesi.id – Astra Otoparts menunjukkan taringnya di tengah dinamika industri otomotif nasional. Hingga kuartal III-2026, perusahaan komponen otomotif Grup Astra ini berhasil membukukan laba bersih Rp1,8 triliun, melonjak 14,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tak hanya laba, pendapatan bersih PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) juga mencatat pertumbuhan dua digit. Hingga September 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp17,02 triliun, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam Public Expose yang digelar secara virtual, Kamis (5/11/2026), Presiden Direktur Astra Otoparts, Yusak Kristian Solaeman, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut mencerminkan kinerja bisnis perseroan yang tetap solid.
Kontribusi terbesar datang dari dua segmen utama, yakni manufaktur dan perdagangan. Segmen manufaktur membukukan pendapatan Rp9,18 triliun, tumbuh 17,6% dari Rp7,80 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, segmen perdagangan mencatat pendapatan Rp7,84 triliun, meningkat 12% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp7 triliun.
Dari sisi keuangan, total aset perseroan mencapai Rp25,18 triliun hingga September 2026, naik 11,3% dibandingkan posisi akhir Desember 2025. Adapun total ekuitas tercatat sebesar Rp17,89 triliun.
Bidik Pertumbuhan di Atas Industri pada 2027
Berbekal kinerja positif tersebut, Astra Otoparts memasang target pertumbuhan di atas industri otomotif pada 2027. Perseroan membidik pertumbuhan lebih dari 5%, dengan mengandalkan penguatan bisnis manufaktur dan perdagangan, ekspansi aftermarket, pengembangan komponen kendaraan listrik, serta perluasan jaringan ritel.
“Kalau ditanya bagaimana target kami di 2027, tentu kami menetapkan target di atas pertumbuhan industri atau pertumbuhan pasar,” ujar Yusak.
Sebagai gambaran, Gaikindo menargetkan penjualan mobil nasional pada 2026 mencapai 850.000 unit, meningkat sekitar 5% dibandingkan realisasi 2025 sebanyak 803.000 unit.
Tambah 30 Gerai, Perkuat Bisnis Kendaraan Listrik

Untuk memperbesar kontribusi bisnis perdagangan, Astra Otoparts berencana menambah sekitar 30 toko modern retail pada 2027.
Hingga kuartal III-2026, perseroan telah mengoperasikan 673 gerai yang mencakup Shop & Drive, Super Shop & Drive, Astra Otoservice, Shop & Bike, serta Aspira Motoquick.
Di sisi lain, perseroan juga terus membidik peluang dari perkembangan kendaraan listrik melalui pengembangan komponen kendaraan elektrifikasi (XEV) dan infrastruktur pengisian daya.
Hingga September 2026, Astra Otoparts telah mengoperasikan 71 unit Astra Otopower yang tersebar di 61 lokasi.
Dividen 2026 Masih Menunggu Keputusan
Terkait pembagian dividen untuk tahun buku 2026, manajemen belum menetapkan besaran final. Keputusan tersebut akan mempertimbangkan kinerja perusahaan, kondisi keuangan, serta kebutuhan investasi untuk mendukung ekspansi bisnis.
Sebagai gambaran, pada Oktober 2026 Astra Otoparts telah membagikan dividen interim sebesar Rp72,52 per saham, dengan total nilai sekitar Rp349,55 miliar.
Dengan pertumbuhan laba dan pendapatan dua digit, ditambah ekspansi jaringan ritel serta pengembangan bisnis kendaraan listrik, Astra Otoparts kini membidik peluang pertumbuhan yang lebih besar pada 2027. * (Syam/Pra)





